Enggak, saya gak mau komentar soal musik dan penyelenggaraannya. Lha wong saya ini bukan pengamat musik dan datang ke sana hanya karena dapat tiket gratis.
Beberapa kawan saya, yang suka musik jazz, bilang kalau festival ini udah kayak festival musik biasa. Karena, menurut mereka, ajang ini sudah gak murni jazz lagi. Saya sih manggut-manggut aja, lha wong ndak ngerti musik. Buat saya, musik itu sebatas untuk menyenangkan hati. Ndak perduli dengan jenisnya.
Kalau untuk saya sih, ajang JJF kali ini, khususnya hari Minggu itu, menjadi hari yang penuh rejeki.
Hari Minggu itu, sekitar jam 2 siang, saya sudah siap – siap mau tidur karena capek setelah harus kerja di hari Sabtu. Tapi tiba – tiba kawan saya telpon dan menawarkan tiket gratisan. Wooo..kalau sudah dengar kata gratis, capek pun hilang
Kemudian, dengan alasan capek tadi, saya iseng mencari tebengan untuk menuju ke arena PRJ tempat event JJF berlangsung. Saya publish lah di twitter. Eh alhamdulillah, ada yang reply dan bersedia saya tumpangi. Asiiiik.
Jujur aja, selama di sana saya gak gitu paham grup mana yang bermain Jazz dan grup mana yang gak mainin musik Jazz. Seperti saya bilang tadi, selama hati senang dan pinggul bisa bergoyang, saya enjoy aja.
Lebih senang lagi, ketika mau pulang, saya dapat tebengan (lagi). Malah diantar sampai depan rumah. Wuuuih…senangnya punya banyak kawan yang baik hati
Oh ya, waktu di acara JJF itu, saya juga dapat free gift dari LG berupa tas. Saya dapat gift karena hari itu saya pakai kaos merah. Aih, betul – betul hari yang penuh ridzki. Alhamdulillah
Cih! Enak kali kau!
*kipas2 pake tiket VIP
wahahhah…ketahuan klo sering nonton konser dangdut..kan gratisan…:P
heuheuheu….bener2 postingnya gak nyinggung musik yg dipertunjukkan di JJF yak! Memang terbukti kamu banyak teman Gil…banyak tebengan
Apa ya rahasianya?
Dulu waktu muda (jiaah) saya masih mau menggilai satu band ato aliran musik. Sekarang mah spt kamu deh…asal bisa goyang dan telinga gak sakit denger musiknya…udah seneng