Ngecuprus soal ramalan

July 24, 2009

Posting-an ini gak berhubungan dengan mantan pacar semasa SMP yang sekarang jadi peramal.  Dan bukan, yang saya maksud bukan Mama Lauren. Sumpah, bukan.

Dulu, waktu masih kuliah, saya pernah iseng main ramalan pakai kartu dengan seorang kawan. Pakai kartu remi tentunya, kalau pakai kartu kredit kan jadi susah ngocoknya :P Waktu itu, dari hasil membaca kartu yang tersebar di meja, dia bilang bahwa saya akan nikah dua kali. Saya sih cuma nanya, 2 kali itu artinya saya bakal punya 2 istri atau cerai dulu terus nikah lagi?

crystal-ballJujurly, saya gak terlalu percaya sama ramalan. Saya setuju dengan orang yang bilang bahwa ramalan itu membuat hidup kita jadi kurang nyaman. Coba aja, seandainya kita diramal bakal dapat sebuah peruntungan dan ternyata ramalan itu betul-betul terjadi, maka kita bakal kehilangan unsur kejutannya. Apa rasanya hidup tanpa kejutan? Pasti basi banget deh.

Atau sebaliknya, kalau kita diramal bakal dapat suatu kemalangan, maka hidup kita bakal jadi susah karena mikirin kemalangan itu. Padahal peristiwanya sendiri belum kita alami. Susah gak tuh kalau hidup kayak gitu?

Eniwei, terlepas kita percaya atau enggak sama ramalan, mungkin enak juga kalau nikah sama peramal. Iya gak sih? Bayangin aja, kalau malam menjelang tidur nih, kita gak perlu bilang maunya pakai gaya apa, dia kan pasti udah bisa ngeramal maunya kita. Iya kan? :D

Kembali (Lagi)

July 10, 2009

Tadinya, postingan ini mau saya beri judul Kembali Ke Fitrah. Tapi rasanya kok berlebihan ya?

Berlebihan banget kalau sekedar kembali nulis di blog dianggap sebagai sesuatu yang suci/fitrah. Tapi mungkin juga enggak. Toh bagi saya, menulis itu memang hal yang bisa membuat saya tenang -Ya kira-kira kayak habis ML gitu deh- Dan kalau saya tenang, saya bisa mikir dan bertindak rasional. Berlaku rasional, menurut saya adalah tindakan yang baik. Dan sesuatu yang baik, bolehlah dimasukkan dalam kategori suci. -mbulet ae rek-

Jadi gimana? Apa perlu saya ganti judulnya? Aih, pusing amat sama judul! :D

Lalu sekarang apa yang harus saya tulis untuk membuat pikiran saya tenang? Jujur aja, saya belum tahu apa yang saya mau tulis sekarang. Padahal saya lagi butuh menulis. Sangat butuh! -lha apa ML aja? kan tadi katanya mirip?-

Ok lah, supaya judulnya gak mubazir, saya coba tulis sesuatu yang sesuai dengan judul di  atas -jiaah..yang namanya judul ya pasti di atas lah!-

Read the rest of this entry »

Lebay

June 19, 2009

Dulu, alasan gue nulis adalah untuk ngelampiasin emosi. Masing-masing orang kan punya cara buat cooling down. Ada yang nyanyi, ada yang shopping bahkan ada yang pergi berenang buat menenangkan diri. Kalau gue, cukup dengan menulis. Nulis apa aja, topiknya bisa tentang gosip terhangat yang lagi beredar atau sekedar mencela pemerintah…hehehe

Tapi lama-kelamaan, dari sekedar buat pelampiasan emosi akhirnya berkembang jadi hobi. Makanya gue bikin tukangecuprus ini.

Read the rest of this entry »

Sebagian besar teman-teman saya pasti sudah tahu kalau saya pernah bilang bahwa pernikahan itu adalah seperti migrasi dari kartu pra bayar ke pasca bayar. Salah satu kawan saya, sebut saja namanya Mionk, beberapa hari yang lalu datang ke rumah dan ngebahas soal teori pernikahan yang baru. Baru menurut pendapat dia, entah bagi orang lain :)

holding moneyDia bilang gini, ketemu jodoh dan kemudian menikah itu rasanya seperti menang lotere. Beneran ini, Gil! Begitu katanya berusaha meyakinkan saya. Lu tau kan, kalau kita menang lotere tuh kayaknya kita menemukan semua jawaban dari masalah kita. Contoh nih, Gil, kalo lu punya hutang atau tanggungan biaya sekolah, atau sekedar harus bayar cicilan motor deh, pasti semua itu bisa beres karena elu dapat lotere. Iya kan? Tanyanya sembari mengacungkan sebilah pisau.

Read the rest of this entry »

Judulnya Apa Ya?

October 30, 2008

Hari Blogger dan Hari Sumpah Pemuda sudah lewat. Terus mau apa? Mbuh, gak tau. Lha mikir judul postingan ini aja gue bingung kok.

Kalau dipikir-pikir, istilah blogger itu artinya apa tho? Kok banyak banget orang yang mau menyebut dirinya blogger? Malah sampai ada Hari Blogger Nasional juga. Emangnya kalau udah jadi blogger terus kenapa? Hmmm mungkin suatu saat nanti gue bisa menjawab pertanyaan gue sendiri ini.

Yang jelas, untuk sekarang ini, kalau di depan mertua atau calon mertua kita bilang bahwa kita adalah blogger, gue yakin mereka bakal bingung. Apaan tuh blogger? Pasti pertanyaan itu yang bakal mereka tanyakan.

Read the rest of this entry »

Mesin Waktu.

September 23, 2008

Walaupun idenya termasuk seksi dan keliatan lezat, buat gue, konsep mesin waktu itu omong kosong. Gue pikir, kita sebagai manusia itu dianugrahi sebuah petualangan sama Tuhan. Terus apa serunya hidup kita kalau ada mesin waktu? Ini kan sama aja kayak kita punya fasilitas undo dalam hidup. Tiap kali kita salah ambil keputusan, undo aja. Duh, pasti hidup jadi ngebosenin.

Read the rest of this entry »

Coba tebak.

July 23, 2008

Kemaren gue bongkar-bongkar album lama karena lagi nyari foto buat acara reuni SMP di Semarang. Ternyata malah nemu banyak foto, termasuk foto pas SMA di Jakarta.

Jadi pengen iseng bikin quiz. Coba tebak foto di bawah ini.

Clue: SMA 3 Jakarta, sekarang dia artis kondang. Yang bisa nebak pertama kali dengan benar, bakal gue traktir di steak Abuba, Cipete. Hehehe hadiahnya makan-makan, yaeyalah, secara gue yang bikin quiz gitu lho. Mau ikutan nebak? Read the rest of this entry »

Nemu artikel ini di Yahoo. Menurut mereka, ada 10 tanda dari cowok yang bisa dijadiin patokan buat ngeliat apakah mereka siap mempunyai komitmen untuk nikah. Ok, gue iseng mau ngomentarin.
1. His friends are married
If you are interested in a guy, check out his friends’ left hands to see if they have wedding rings on.

Research has show that if his friends are already married, he’s more likely to get married. If all of his friends are still single and in the “party-with-the-boys” phase, that’s a bad sign.
– Ah, temen-temen gue yang masih single juga doyan party bareng gue dan temen -temen cowok yang sudah pakai wedding ring. Bukan berarti sijomblo itu siap nikah, mungkin artinya dia suka aja party bareng kita.
2. He’s financially secure
Studies show that men who own a home are more marriage-ready. A man who is generally financially stable, and has his ducks in a row, feels marriage is a practical next step for him.
– Welhadalah..kalo situ kenal cowok yang sudah punya rumah dan financially stable, ya mending dipaksa kawin aja. Terserahlah cowok itu siap berkomitmen atau enggak, paksa aja, gak peduli gimana caranya.

.

..

….

Speachless…..

Baca aja sendiri di Liputan6 dan Kompas.Com.

Gue mending beli pembalut buat dewi gemblungku.

Ngecuprus soal seks.

June 4, 2008

Sambil nunggu bebek goreng, iseng browsing. Trus dapet artikel soal seks, judulnya Seks Kala Sendiri? Ini Dia Caranya. Kebetulan karena saya memang lagi sendirian di ruang kerja jadi iseng buka artikel itu, lha nanti kalau bebeknya sudah datang, kan jadinya berdua sama bebek.

Di situ ada 10 cara yang bisa kita lakukan kalau mau ngeseks sendirian. Ok lah, kita bahas.

1. MESRA-MESRAAN DI TELEPON, SMS, CHATTING, EMAIL.

Lhaaaa ini mah jadinya gak sendirian dooong? Menurut saya, kalau kita sudah berinteraksi lewat media komunikasi apapun (ceilee bahasa gue,top banget dah), maka jadinya ya gak sendiri lagi lah. Tapi ya ok lah, mari kita liat cara kedua. Siapa tau lebih seru.

2. IKUT AKTIVITAS MENYENANGKAN.

Blaahhhh..mana seksnya? Saya ndak mau aktivitas yang menyenangkan selain seks! Mana seekkssssnyaaaa? smiles-boxing.gif.

3. BEROLAHRAGA.

Huh! Tetep bukan seks!

4. MENJAUHI RANGSANGAN.

Lhaaaaa..kok saya malah disuruh menjauh?? Noooooo…saya tetep mau seks!

5. ISI WAKTU LUANG BERSAMA SAHABAT.

Maksuuuuud looooo?

Read the rest of this entry »