Ngecuprus soal Backpacker
November 11, 2009
Jalan-jalan ke luar negeri? Kenapa gak jalan-jalan di Indonesia aja? Sok borju banget sih lo?
Kadang-kadang, suka ada komentar kayak gitu yang menanggapi niat liburan saya. Atau, ada juga yang bilang bahwa gak perlu ke lain negeri kalau cuma mau ngeliat pemandangan dan budaya yang beda, karena, di Indonesia ini juga banyak.
Pendapat seperti itu memang gak salah. Indonesia, dan semua negara di dunia, pasti punya keunikan yang bisa kita eksplor. Tapi kalau ada yang bilang bahwa jalan-jalan ke LN -saya singkat LN aja lah, capek kalau keseringan nulis l-u-a-r n-e-g-e-r-i. Terlalu panjang. Iya, saya pemalas
- itu berhubungan dengan adat borju. Jujurly, saya gak setuju.
Ngecuprus soal sahabat
November 4, 2009
Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang arti pertemanan.
Sebetulnya, alasan pertama saya nyapa dia waktu itu karena saya senang melihat senyumnya saat dia sedang ngobrol dengan kawan-kawannya di taman kampus. Senyumnya manis dan punya daya tarik yang bahkan magnet pun bakal minder karena kalah kuat daya tariknya.
Saya berpikir keras supaya dapat ide untuk bisa menyapa dia. Kan gak mungkin kalau tiba-tiba saya menghampiri dia dan bilang kalau saya suka senyumnya. Bisa-bisa saya nanti bukannya dapat senyum, malah digaplok pakai buku tebal yang dia bawa. Iya, waktu itu dia sedang membawa buku horor karya Stephen King yang judulnya The Stand. Kalau gak salah tebalnya sekitar 800 halaman dan hardcover pulak. Horor gak sih kalau digaplok pakai novel horor? Sama cewek mungil pulak.
Ngecuprus soal Putri Cina
July 16, 2009
Gak tau kenapa, saya selalu bermasalah kalau punya hubungan yang serius dengan perempuan. Dulu waktu masih pacaran, walaupun termasuk punya banyak pacar, saya lumayan sering diputusin karena si pacar ketemu cowok lain.
Ternyata gak cuma urusan pacar aja. Urusan membaca buku yang bertema perempuan pun saya bermasalah. Contoh, saya selalu sukses baca buku Iwok Abqary sampai tuntas. Gak ada masalah karena buku – buku kang Iwok yang saya baca itu biasanya tipis dan isinya juga ringan. Tapi khusus untuk buku yang judulnya Suster Nengok, saya gak kelar bacanya. Buku itu “menghilang” dari tempat persembunyiannya.
Iya, buku itu memang saya sembunyikan karena selalu rebutan sama anakku kalau mau mulai membacanya. Jadi, suatu hari buku itu saya umpetin gara-gara saya harus berhenti membaca karena menerima panggilan telepon. Maksudnya sih supaya nanti gak perlu rebutan sama anakku kalau mau mulai membaca lagi. Sialnya, setelah terima telpon itu, saya harus pergi ketemu orang yang nelpon saya. Nah setelah sampai rumah lagi, buku itu lenyap dari persembunyiannya. Betul-betul aneh. Entah kemana suster itu ngesot..eh..nengok
Ngecuprus Sebelum Liburan.
November 3, 2008
Hari Sabtu, gue di-sms temen gue kalau Liverpool kalah dari Spurs. Jadi sementara ini, Chelsea back on top of the EPL. Sucks!
Hari Minggu, gue nonton balap F1 yang mencatat Lewis Hamilton sebagai juara musim balap 2008. Walaupun kejadiannya bizzarre, tapi dia akhirnya bisa jadi juara. Great!
Hari ini, gue memutuskan untuk libur ngeblog dan bermilis-milisan. Gue mau nyelesain project yang penting. Penting buat gue sih. Gak penting buat tetangga gue dan anjingnya yang lucu itu.
Gue mau konsentrasi 100% di project ini, biar cepet kelar. Hasta la vista, so long.
Hari Blogger Nasional.
October 27, 2008
Cuplikan sejarahnya bisa dibaca di sini. Gue males ngebahasnya, panjang. Yang mau gue bahas adalah soal andil blogger dalam kemajuan bangsa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Eh ternyata susah juga. Gak jadi bahas itu ah, terlalu serius dan susah. Hari ini gue lagi gak mau susah
Ya udah, bahas soal kegiatan yang gue ikutin di hari Sabtu kemarin aja lah.
Hari Sabtu itu kopdar pertama gue dengan tukang loenpia yang ada di Jakarta. Kita kumpul di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional untuk bikin Pelatihan Ngeblog. Beuuh dahsyaddd gak tuh? Pembicara dari loenpia ada 4 orang, Wiwiek, Nilla, Udey dan Kian. Sementara gue, seperti biasa, foto-foto aja ![]()
mmmmm kenapa gue masuk lagi ke komunitas yang mirip waroengkgb ya?
Gak mau kalah (part 2)
October 23, 2008
Dialog 1: Di dalam kamar, sedang baca buku. Anak: Boleh main PS gak? Bapak: Enggak, kamu kan lagi EHB. Harusnya belajar. Anak: Aku kan pusing karena EHB, jadi perlu main PS buat hiburan. Dialog 2: Di rumah, baru pulang dari Semarang, Anak: Bapak kemaren abis ketemu pakdhe Nanang? Bapak: Iya. Anak: Pakdhe itu kakaknya bapak kan? Bapak: Iya. Anak: Lahirnya duluan, sekolahnya duluan. Iya kan? Bapak: Iya. Kenapa sih? Anak: Kok nikahnya duluan bapak? Bapak: Ya waktu itu, pakdhe belum punya pacar. Anak: Harusnya pacar bapak dikasih ke pakdhe dong Bapak: Mbuh ah.. Dialog 3: Di ruang keluarga, sambil nonton tv. Bapak: Jangan tiduran di lantai, itukan dingin. Ambil karpet dari kamar mu gih. Anak: Gak mau, gak dingin kok. Bapak: Eh kok mbandel sih. Ntar kalau kamu sakit, bapak gak mau bawa ke dokter ya. Anak: Ya aku telpon Eyang aja, minta jemput.
Dooooh anak sapa seeeh neeeehhh…
Gak mau kalah.
October 19, 2008
Kemarin gue ke Bandung dan nginep di salah satu hotel di jalan Supratman. Biasanya gue kalau ke Bandung selalu nginep di rumah mertua, tapi karena kemarin gue pergi berombongan, jadi gue pilih ikut rombongan nginep di hotel.
Begitu sampai hotel kita langsung nanya soal waktu sarapan, dijawab sama receptionist, jam 7 sampai 10. Waduh, padahal kita jam 7 sudah harus jalan. Akhirnya kita minta sarapan jam 6, eh dijawab “Tidak bisa,” dengan penuh keyakinan sama si receptionist. Ya kita gak mau kalah dong, kita coba ke manager on duty, ternyata bisa sarapan jam 6. Horeee!
Kenapa hampir di semua tempat, orang yang pangkat atau jabatannya rendah itu selalu lebih galak daripada atasannya? Padahal si receptionist itu kan bisa aja konsultasi sama managernya sebelum menjawab pertanyaan kita dengan jawaban ngawur. Iya tho?
Siapa yang butuh MacBook???
October 13, 2008
Dan siapa juga yang perlu gadget macam-macam kalau sudah asyik sama hobi yang satu ini? Banyak temen-temen gue yang punya hobi nulis, diving, fotografi, merajut dan traveling. Terus waktu mereka denger hobi gue, kebanyakan dari mereka, alisnya jadi kayak alisnya Artalyta. Tapi cuma satu alis aja yang mecetat begitu.
Ada juga yang berusaha memperlihatkan ekspresi normal, tapi ada jeda sepersekian detik sebelum mereka melanjutkan obrolan. Entah apa yang berkecamuk dalam hati mereka saat jeda sepersekian detik itu (ceileee, sok pakai kata berkecamuk pulak hahaha).
Wedhusss!
October 10, 2008
Iya, gue memang bukan muslim yang taat. Jadi pada saat tulisan saya hilang satu bab gara-gara kena virus dan lupa nge-back up, seperti yang sedang terjadi sekarang ini, maka yang terucap ya kata wedhuss! itu. Kalau gue muslim yang taat, pasti yang terucap adalah kata-kata istigfar.
Rasanya susah banget kalau harus ngulang. Ya memang, pas mau mulai belajar nulis novel ini juga susah. Tapi ternyata, mengulang apa yang sudah pernah kita tulis itu jauh lebih susah. Mungkin karena “hawanya” beda ya? Haaah! Sekali lagi wedhuuus!
Eh tapi jangan buru-buru nuduh gue punya sifat kasar dan gak beradab cuma gara-gara gue nyebut wedhuuuss! berulang-ulang. Gue sama sekali gak bermaksud kasar karena, kadang, kalau gue pas lagi senang pun gue mengucapkan kata wedhus itu juga.
Sama seperti waktu gue selesai nonton film Ayat-Ayat Cinta. Kata wedhus itu juga yang keluar karena gue suka sama filmnya.
Quickie Express
October 10, 2008
Dulu gue sempet nyesel gara-gara gak sempat nonton film ini. Semua teman gue bilang ini film bagus kalau buat ngakak-ngakak. Nah kemaren dewi gemblung beli vcd-nya. Asli bukan bajakan.
Pas deh, soale kemaren gue emang lagi pengen ngakak. Dan ternyata, gue malah bete nonton itu film.


