Ngecuprus soal Pengemis.
August 27, 2009
Beberapa waktu lalu ada fatwa haram baru yang dikeluarkan MUI Sumenep soal pengemis. Kemudian MUI Pusat dan pemerintah juga mendukung.
Sebetulnya, apa memang perlu sampai ada fatwa haram soal pengemis?
Jujurly, buat saya yang gak terlalu paham soal hukum agama, saya gak mau komentar soal fatwa itu. Toh yang namanya fatwa itu kan artinya: pandangan yang disampaikan oleh orang yang faqih. Faqih sendiri punya arti: orang yang mengerti hukum Islam. Jadi, gak ada gunanya juga kalau saya ngomentari orang-orang pintar
Tapi kalau menurut pendapat pribadi saya -kalau pakai bahasa cyber, imho/in my humble opinion (haiah! penting dijelasin gitu??)- mengemis itu gak perlu disebut haram lah.
Dalam kondisi tertentu, saya malah suka kalau ada pengemis di jalan. Ini saya anggap seperti shortcut di desktop
Lha iya tho? Saya kan jadi gak perlu jauh-jauh nyari panti asuhan kalau cuma mau beramalĀ sekian ribu rupiah. Amal? Iya. Menurut saya sih itu amal. Biar gimanapun, mereka ada di jalanan karena kondisi mereka yang mengharuskan mereka ada di situ. Read the rest of this entry »
F1 Singapore, kapan Indonesia?
September 26, 2008
Balap malam itu bakal segera berlangsung. Tahun lalu gue pernah nulis soal balapan di Singapore itu, dan pernah berencana bakal nonton langsung. Tapi ternyata gak memungkinkan, ya sudahlah, nanti nonton siaran langsungnya aja di tv.
Sebetulnya gue, dan mungkin ribuan orang lainnya, masih berharap F1 bakal diselenggarakan di Indonesia. Toh Sirkuit Sentul dulu dibuat dengan niat itu. Tapi nyatanya malah kita diduluin sama Malaysia dan sekarang sama Singapore juga.
Ngecuprus soal anak.
September 12, 2008
Beberapa hari lalu gue chatting sama teman lama. Biasa lah saling tanya kabar, kangen-kangenan dan saling nyacat
Sampai akhirnya ngomongin soal anak, kebetulan kami berdua sama-sama hanya punya satu anak. Temen gue itu bilang, pengen adopsi anak perempuan karena sampai sekarang hanya punya 1 anak laki. Gue terhenyak (ceilee terhenyaaak..cuih plak ketaplok) dengan keinginan temen gue ini.
Ya sebetulnya wajar aja kalau orang pengen punya anak lebih dari satu. Tapi kalau buat gue, apa pun yang dikasih Allah (tumben bisa nyebut Allah) ya itu yang gue syukuri. Bukan berarti gue pasrah. Gue tetep berusaha, cuma gak terlalu bernafsu harus punya. Ya cukup berusaha dengan sabar dan tawakal (gue rasa bukan Ragil yang posting ini). Kecuali, tolong dicatet dengan baik, khusus untuk soal berusaha memiliki anak, gue selalu mengerjakan usahanya dengan nafsuh menggebuh-gebuh uh uh uh..(nah ini baru Ragil yang nulis, aseli!).
Baksos yuuk.
August 29, 2008
KGB rencananya bakal bikin Bakti Sosial pada tanggal 6 September 2008. Apa itu KGB dan dimana lokasi baksosnya? Mari silahkan meluncur ke warung ini. Gue males nulis lagi. Lha wong yang di sana itu juga gue yang nulis…aaah dasar gue pemalas, copy paste pun malas.
Bisa juga lihat infonya di blognya kura-kura galapagos ini. Atau klik banner di bawah ini.
Kangen.
August 24, 2008
Biasanya, kita kangen dengan sesuatu yang sudah pernah kita rasa atau kita miliki. Seberat-beratnya rasa kangen, paling tidak kita bisa bersyukur karena pernah memiliki hal yang kita kangeni itu.
Kecuali, mungkin, teman saya. Dia termasuk orang yang, bisa dibilang, kurang beruntung. Dia kangen dengan sesuatu yang belum pernah dia rasa dan miliki.
Dulu kita berusaha menghiburnya dengan segala cara. Sampai kemudian dia berkata “Gak masalah kok, gue yakin semua itu ada hikmah dan maksud tertentu yang sudah ditakdirkan. Gue yakin sekarang dia ada ditangan yang lebih kuasa memberi nikmat dan kasih sayang yang maha besar. Gue cukup bahagia bisa menyelimuti anak gue yang baru lahir ini. Walaupun gue gak pernah dengar suara tangisnya, gue yakin dia bersuara merdu. Walaupun sekarang wajahnya pucat, gue yakin dia sebetulnya punya wajah yang cantik dan walaupun badannya dingin, gue yakin dia bisa memberi kehangatan di dalam keluarga gue. Masalahnya cuma gue mungkin belum dipercaya punya momongan secantik ini. Gue iklhas”
Yup..semoga elu diberi balasan yang lebih nikmat. Amin.
Olimpiade China.
July 10, 2008
China, negara yang sebagian besar penduduknya tidak paham berbahasa Inggris itu sebentar lagi bakal menggelar Olimpiade. Pasti akan terjadi kehebohan di sana. Heboh bagi yang datang, karena mereka bakal ngalamin kendala bahasa.
Yang sudah pernah ke Beijing pasti akan ngerasa gimana sulitnya berkomunikasi dengan penduduk setempat. Beberapa belas tahun yang lalu, ada kawan saya yang berkunjung ke China. Sebut saja namanya Debibir Nyinyir. Si Debibir ini sempat cerita soal kesulitannya sewaktu hendak memesan makanan di sebuah resto. Karena khawatir dengan makanan yang tidak halal, si Debibir ini berusaha bertanya apakah makanan yang dia pesan mengandung daging babi. Sayangnya, untuk sekedar menyebut babi saja sulitnya minta ampun. Segala cara dia coba. Mulai dari menyebut pig, ham, pork sampai kemudian menirukan suara nguik-nguik pun dilakukan. Si pelayan resto akhirnya paham bahwa kawan saya, si Debibir Nyinyir itu, hendak menyinggung soal babi. Tapi kemudian yang terjadi adalah, si pelayan pikir, kawan saya itu hendak memesan babi. Maka usaha kedua pun dilakukan. Dengan bersuara nguik-nguik, si Debibir menggoyangkan telapak tangan dan menggeleng-gelengkan kepala tanda menolak. Ah, seandainya waktu itu sudah ada hp berkamera, pasti sudah ada orang yang merekam scene itu. Singkat cerita, akhirnya Debibir berhasil memesan makanan tanpa unsur babi. Caranya? Read the rest of this entry »
Politisi=Pembalut.
July 6, 2008
Kaget dengan judul itu?
Ndak perlu kaget lah, biasa aja. Toh isinya ndak akan seheboh kayak berita tentang Joko blue energy yang bisa anda baca di detik. Cuma ya siap-siap aja bakal ngeliat postingan panjang lagi dari saya. Gak tau kenapa, tiap kali ngeblog soal yang agak serius, pasti jadi panjang dan ber-saya-saya.
Anyways, pasti udah denger soal anggota DPR yang sedang diselidik KPK baru-baru ini kan? Nah, saya jadi kepingin ngecuprus soal itu di jam 3 pagi ini. Begini lah kalo jomblo temporer, saya lupa naro istri saya di mana sedang ditinggal pergi (lagi) sama istri karena ada tugas ke luar negri, jadi nafsu nulis panjang.
Gak bisa sekolah.
June 30, 2008
Barusan nonton program reportase di Trans. Ada berita tentang beberapa anak yang gak bisa daftar SD karena enggak punya akta kelahiran. Pihak sekolah ngotot kalau itu adalah syarat administratif yang harus dipenuhi calon siswa.
Gue juga gak paham kenapa di tahun 2000-an ini, di Jakarta, masih ada anak yang gak punya akte. Tapi apapun alasannya, minumnya tetap teh…. kalau demi pendidikan tingkat dasar mbok ya dicari jalan tengahnya. Enggak usah terlalu kaku nerapin aturan ini-itu deh.
Setau gue, sekolah di SD itu gak butuh bukti lahir. Yang kita perluin cuma semangat dan kesempatan belajar. Itu aja.
Ada blog(ger) baru.
June 13, 2008
Barusan nemu blog, atau situs, atau web, atau apalah namanya, yang menurut saya agak beda. Tampilannya biasa aja, tapi menurut saya sih ini kemajuan dan bisa ngasih sedikit variasi kalau kita lagi perlu bahan bacaan. Ndak perlu kita tanggapi dengan negatif, biar gimanapun kita perlu institusi yang satu ini.
Coba aja buka web ini. Yup, ini situsnya Kodam Jaya. Kalau saya baca infonya, situs ini baru diresmikan tanggal 3 Juni yang lalu. Isinya cukup menarik. Paling enggak, pilihan kata-katanya tidak kaku. Malah cenderung mendayu-dayu. Coba liat penggalan kalimat dari halaman ini “Pada penerjunan pukul 06.00 WIB itu, hujan payung pasukan tersebut tampak anggun seperti koloni kupu-kupu yang terbang dengan panorama siluet di balik sinar matahari pagi” Jauh dari kesan angker bukan?
Ngebocorin curhatan (lagi).
May 27, 2008
Pulang shooting mampir ke salah satu club di Kemang karena janjian sama teman yang mau curhat. Sebetulnya agak males karena badan capek tapi karena ini teman lama, jadi ya dibela – belain lah. Oh iya, karena lagi males nyensor, jadi postingan ini masuk kategori dewasa atau R rated.
“Anjing, cewe gue mo kawin!” cerocos teman saya itu pas baru datang sambil nyolong Long Island saya.
“Trus problem lo apa?” tanya saya sambil pesen Long Island lagi.
“Sekalian Tequilla dua mas…jadi gini Gil, cewe gue itu mo kawin sama orang lain”
“Bagus dong, jadi lo gak perlu tanggung jawab. Cuma dapet seneng – senengnya aja” jawab saya asal.


