<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tukaNGecuprus</title>
	<atom:link href="http://tukangecuprus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tukangecuprus.wordpress.com</link>
	<description>ngecuprus itu melegakan, tapi entah bagi yang mendengarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 19:23:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tukangecuprus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2606c3f4b4c621ae39ac9466305e8476?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tukaNGecuprus</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ngecuprus soal UU Lalu Lintas</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/09/ngecuprus-soal-uu-lalu-lintas/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/09/ngecuprus-soal-uu-lalu-lintas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 19:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Ini dia UU yang sedang sering dibahas sama pengguna jalan. Terutama oleh para penggemar bekibolang -belok kiri boleh langsung-.
Dulu, di semua persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintas, kita boleh belok kiri walaupun lampu sedang menyala merah. Kecuali kalau lampu tersebut berbentuk tanda panah, maka kita wajib mengikuti maunya si lampu. Kalau merah berhenti, kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=595&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini dia UU yang sedang sering dibahas sama pengguna jalan. Terutama oleh para penggemar bekibolang -belok kiri boleh langsung-.</p>
<p style="text-align:left;"><a rel="attachment wp-att-599" href="http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/09/ngecuprus-soal-uu-lalu-lintas/traffic-sign-2/"><img class="alignright size-full wp-image-599" title="traffic sign" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/11/traffic-sign1.jpg?w=54&#038;h=54" alt="traffic sign" width="54" height="54" /></a>Dulu, di semua persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintas, kita <strong>boleh belok kiri</strong> walaupun lampu sedang menyala merah. Kecuali kalau lampu tersebut berbentuk tanda panah, maka kita wajib mengikuti maunya si lampu. Kalau merah berhenti, kalau hijau jalan.</p>
<p style="text-align:left;">Sekarang, kita <strong>sama sekali tidak boleh</strong> belok kiri walaupun lampu panah itu gak ada. Sekarang kita harus mengikuti lampu merah-kuning-hijau yang normal itu. Kalau dia lagi merah, ya jangan coba-coba belok kiri. Karena sekarang, Polantas bisa kasih surat tilang. <span id="more-595"></span></p>
<p style="text-align:left;"><a rel="attachment wp-att-610" href="http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/09/ngecuprus-soal-uu-lalu-lintas/marijuana-traffic-light/"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-610" title="marijuana-traffic-light" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/11/marijuana-traffic-light.jpg?w=70&#038;h=150" alt="marijuana-traffic-light" width="70" height="150" /></a>Peraturan baru ini yang bikin para penggemar bekibolang itu harus menghilangkan kebiasaan lamanya, soalnya sekarang sudah diatur dalam UU No. 22/2009 Pasal 112 Ayat 3. Bunyinya gini nih:</p>
<blockquote><p>Pasal 112:</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.</p>
</blockquote>
<p>Nah inget-inget ya, pokoknya sekarang kalau mau belok kiri kudu ikut berhenti kalau lampu menyala merah. Kecuali kalau ada rambu yang bilang Belok Kiri Langsung, ya belok aja. Kalau ada <span style="text-decoration:line-through;">buaya</span> petugas yang nakal, ngotot aja. Karena di UU-nya tertulis tetap boleh langsung belok kalau ada rambu yang mengatur.</p>
<p>Kalau mau download/unduh UU No. 22 Tahun 2009, tanya paman Gugel aja. Ketik aja UU No.22/2009, pasti nanti dikasih tau di mana bisa ngunduh.</p>
<p>Dari hasil ngunduh itu, ada beberapa pasal yang sempat saya baca. Misalnya, pasal 281, di pasal ini dibilang, kalau <strong>gak punya SIM</strong> bisa kena denda maksimal 1 juta rupiah. Tapi, di pasal 288 ayat 3, denda yang berlaku untuk orang yang <strong>punya SIM</strong> tapi <strong>gak bisa nunjukin SIM-nya</strong> adalah, maksimal 250 ribu rupiah. Jadi kalau ada razia dan Anda gak bawa SIM, bilang aja ketinggalan, supaya hanya kena pasal 288. Tapi kalau razianya di Bogor, sementara SIM Anda adanya di Jakarta, dan Anda disuruh ambil SIM Anda, ya itu namanya musibah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kalau saya, saya ini adalah penderita suspek pasal 281. Karena sudah 9 tahun ndak punya SIM A, dan hampir 1 tahun tanpa SIM C *tersipu*.</p>
<p>Sebetulnya ada 1 pasal yang saya cari. Yaitu, pasal yang melarang penggunaan telepon genggam saat mengemudi mobil atau mengendarai motor. Pasal ini saya cari karena saya suka jengkel sama orang yang asyik teleponan saat nyetir. Apalagi kalau yang sedang telpon sambil nyetir itu cewek cantik berhidung mancung, saya bisa makin jengkel. Saya jengkel karena dia telpon-telponannya gak sama saya..(halah).</p>
<p>No, seriously, mereka yang menggunakan telpon sembari nyetir ini cenderung bikin susah pengguna jalan lain, dan juga, berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan karena hilang konsentrasi mengemudi. Tapi ternyata, atau mungkin saya belum nemu, tidak ada pasal yang secara khusus ngebahas soal itu. Saya cuma nemu pasal 106 ayat 1 yang bilang:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.</p>
</blockquote>
<p>Jadi, kalau pasal ini kita terjemahkan dengan ngawur, kita boleh mengemudi sambil telpon-telponan dan bahkan nonton tv asalkan kita bisa konsentrasi. Duh! Kenapa sih gak secara spesifik disebut pelarangan penggunaan alat ini dan alat itu pada saat mengemudi? Supaya jelas gitu lho. Jelas untuk kita -pengguna jalan-, dan jelas juga untuk polisi lalu lintas.</p>
<p>Kenapa harus jelas untuk polisi? Ya karena mereka itu bukan yang menetapkan UU ini. Yang menetapkan UU, kalau menurut dokumen yang saya unduh, adalah DPR dan Presiden Republik Indonesia.</p>
<p>Jadi, POLRI hanya petugas pelaksana, yang bisa juga berbuat salah dalam melaksanakannya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=595&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/09/ngecuprus-soal-uu-lalu-lintas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/11/traffic-sign1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">traffic sign</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/11/marijuana-traffic-light.jpg?w=70" medium="image">
			<media:title type="html">marijuana-traffic-light</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngecuprus soal sahabat</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/04/ngecuprus-soal-sahabat/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/04/ngecuprus-soal-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngecuprus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang arti pertemanan.
Sebetulnya, alasan pertama saya nyapa dia waktu itu karena saya senang melihat senyumnya saat dia sedang ngobrol dengan kawan-kawannya di taman kampus. Senyumnya manis dan punya daya tarik yang bahkan magnet pun bakal minder karena kalah kuat daya tariknya.
Saya berpikir keras supaya dapat ide untuk bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=562&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang arti pertemanan.</p>
<p style="text-align:left;">Sebetulnya, alasan pertama saya nyapa dia waktu itu karena saya senang melihat senyumnya saat dia sedang ngobrol dengan kawan-kawannya di taman kampus. Senyumnya manis dan punya daya tarik yang bahkan magnet pun bakal minder karena kalah kuat daya tariknya.</p>
<p style="text-align:left;">Saya berpikir keras supaya dapat ide untuk bisa menyapa dia. Kan gak mungkin kalau tiba-tiba saya menghampiri dia dan bilang kalau saya suka senyumnya. Bisa-bisa saya nanti bukannya dapat senyum, malah digaplok pakai buku tebal yang dia bawa. Iya, waktu itu dia sedang membawa buku horor karya Stephen King yang judulnya The Stand. Kalau gak salah tebalnya sekitar 800 halaman dan hardcover pulak. Horor gak sih kalau digaplok pakai novel horor? Sama cewek mungil pulak. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-562"></span>Akhirnya saya dapat ide yang bisa dijadikan alasan untuk nyapa dia, kebetulan dia juga sudah berpisah dengan gerombolan teman-teman bulenya itu.  Saya cepat-cepat mendekatinya, lalu saya sapa dia. Waktu dia menoleh, senyumnya pun terkembang. Aih..manisnya. Dan bodohnya saya, ide yang tadi saya sudah siapkan tiba-tiba berantakan karena dihajar senyuman dahsyat gadis mungil yang menenteng tas ransel dan mendekap novel horor itu. Akhirnya kata-kata yang terucap dari mulut saya adalah sebuah pertanyaan tentang, lokasi-kantin-kampus. Pintar!</p>
<p style="text-align:left;">Semua mahasiswa, bahkan mahasiswa baru seperti saya sekalipun, gak mungkin gak tau letak kantin kampus. Karena kalau kita masuk area kampus, gedung pertama yang bakal kita lihat adalah, gedung kantin! Ok, sekarang lupakan kalimat pertama di awal artikel ini. Seharusnya kalimat itu tertulis begini; Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang bodohnya saya kalau kena senyuman manis cewek mungil. Baru setelah itu, saya belajar tentang arti pertemanan.</p>
<p style="text-align:left;">Iya, setelah kejadian memalukan itu, siangnya saya ketemu dia lagi di kantin. And you know what, dia yang nyapa saya dulu. Padahal saya sudah setengah mati berusaha ngumpet karena masih malu gara-gara pertanyaan bodoh pagi tadi. Kemudian, gak sekedar menyapa, dia juga mengenalkan saya dengan teman-temannya yang kebetulan bersama dia. Akhirnya kami ngobrol macam-macam sembari makan siang.</p>
<p style="text-align:left;">Selama makan itu, banyak sekali orang yang menyapa dia. Dan gak cuma sekedar nyapa basa-basi, tapi betul-betul menyapa dan ngobrol sejenak. Sepertinya, semua orang yang kenal dia, punya keterikatan yang kuat. Sehingga kalau bertemu, selalu ada yang bisa dibicarakan walau sejenak. Sama sekali gak ada yang hanya menyapa dengan cuma memanggil nama atau hanya menganggukkan kepala, semua pasti berhenti di meja kami dan ngobrol, walau hanya sejenak.</p>
<p style="text-align:left;">Sejak itu saya makin penasaran sama dia, bukan hanya karena senyumnya yang bisa bikin magnet minder itu, tapi benar-benar penasaran dengan dia sebagai &#8220;si cewek half Australia-Indonesia yang keras kepala, penyuka novel horor dan punya teman seabrek-abrek&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;">Iya, dia keras kepala. Kalau sudah bilang gak mau, ya betul-betul susah buat diubah. Kalau sudah begitu, dia memang susah bisa dipaksa. Saya cuma bisa beberapa kali memaksa dia, salah satunya, memaksa supaya dia mau bikin akun facebook dan main Mafia Wars <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi itupun karena dia kebetulan sedang ditugaskan di Indonesia dan perlu sesuatu buat ngisi waktu kosongnya kalau sedang malas jalan-jalan.</p>
<p style="text-align:left;">Tapi sifat keras kepalanya itu bukan sesuatu yang besar kalau dibandingkan dengan sifat dia yang lain. Paling tidak ada tiga sifat dia yang membuatnya punya daya tarik yang begitu kuat.</p>
<p style="text-align:left;">Pertama, masih soal senyum, dia itu selalu tersenyum pada saat menyapa atau disapa orang. Itu otomatis dan gak bisa dipisahkan. Dan menurut saya, dia itu punya banyak tipe senyum. Bahkan untuk orang yang sedang berkabungpun dia punya senyum khas yang bisa dia berikan untuk orang tersebut. Dan senyumnya itu menular. Karena orang yang sedang berkabung itu bisa ikut tersenyum karena terhibur.</p>
<p style="text-align:left;">Kedua, hatinya tulus. Gak perlulah digambarin seperti apa, toh semua juga tau arti tulus.</p>
<p style="text-align:left;">Ketiga, saya agak susah dapat kata yang pas untuk menggambarkan sifatnya yang ini. Padahal ini adalah sifatnya yang, menurut saya, paling hebat. Apa nama yang pas untuk menggambarkan sifat orang yang ketika kita ada di dekatnya, kita bisa merasa nyaman? Ya contohnya itu tadi, saya gak perlu merasa bodoh setelah menanyakan letak kantin kampus. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Tiga hal utama itu yang menurut saya, membuat kami semua senang berkawan dengan dia. Disamping tentu perhatian dia yang sangat besar untuk kawan-kawan dekatnya. Seperti ketika dia tau bahwa saya mulai suka menulis, dia sering memberi referensi buku-buku yang, kata dia, bagus untuk melengkapi gaya penulisan saya. Salah satu alasan kenapa dia sering mereferensikan buku-buku bagus itu, kata dia sambil tertawa, supaya kalau dia meninggal, saya bisa menulis tentang dirinya dengan baik. Dia yakin, saat dia meninggal, saya bakal menumpahkan emosi saya dalam bentuk tulisan. Dia cuma berpesan, kalau itu sampai terjadi, dia cuma minta namanya tidak disebut.</p>
<p style="text-align:left;">Saya gak ngerti alasannya, waktu saya tanya, dia juga cuma menggelengkan kepala.</p>
<p style="text-align:left;">Sekarang, saya sudah tidak bisa bertanya lagi. Tapi saya yakin itu pasti ada maksudnya dan saya yakin alasan dia benar. Sama benarnya dengan tebakan dia bahwa saya akan menulis pada saat dia meninggal. Saya yang salah tebak, karena waktu itu saya bilang, saya sudah gak akan sanggup nulis lagi pada saat dia meninggal. Karena saat itu, kita tentu sudah tua renta. Tapi ternyata saya salah. Sangat salah.</p>
<p style="text-align:left;">Baru kemarin jenazahnya diletakkan di rumah terakhirnya, dan hari ini saya menulis. Benar sekali tebakanmu, kawan.</p>
<p style="text-align:left;">Ya Allah, beri sahabat saya kedamaian dan kebahagiaan. Saya tahu, hanya pemberian-Mu lah yang bisa melampaui apa yang sudah sahabat saya berikan bagi orang-orang disekelilingnya. Amin.</p>
<p style="text-align:left;">Sahabat, teruslah tersenyum. Truly, the only thing that keeps me going is my treasured memory of your smile. Now show it to those angels in heaven. I surely believe they need one.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=562&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/11/04/ngecuprus-soal-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngecuprus soal Pengemis.</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/08/27/ngecuprus-soal-pengemis/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/08/27/ngecuprus-soal-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 07:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[sok serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu ada fatwa haram baru yang dikeluarkan MUI Sumenep soal pengemis. Kemudian MUI Pusat dan pemerintah juga mendukung.
Sebetulnya, apa memang perlu sampai ada fatwa haram soal pengemis?
Jujurly, buat saya yang gak terlalu paham soal hukum agama, saya gak mau komentar soal fatwa itu. Toh yang namanya fatwa itu kan artinya: pandangan yang disampaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=548&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Beberapa waktu lalu ada fatwa haram baru yang dikeluarkan MUI Sumenep soal pengemis. <a href="http://www.menkokesra.go.id/content/view/12402/39/" target="_blank">Kemudian MUI Pusat dan pemerintah juga mendukung</a>.</p>
<p style="text-align:left;">Sebetulnya, apa memang perlu sampai ada fatwa haram soal pengemis?</p>
<p style="text-align:left;">Jujurly, buat saya yang gak terlalu paham soal hukum agama, saya gak mau komentar soal fatwa itu. Toh yang namanya fatwa itu kan artinya: pandangan yang disampaikan oleh orang yang faqih. Faqih sendiri punya arti: orang yang mengerti hukum Islam. Jadi, gak ada gunanya juga kalau saya ngomentari orang-orang pintar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.acehindependent.net/detil_gallery_foto.php?no_foto=569"><img class="size-thumbnail wp-image-550   " title="pengemis_splima" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/08/pengemis_splima.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Sumber foto: http://www.acehindependent.net/detil_gallery_foto.php?no_foto=569" width="150" height="112" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Foto 1</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">Tapi kalau menurut pendapat pribadi saya -kalau pakai bahasa cyber, imho/in my humble opinion (haiah! penting dijelasin gitu??)- mengemis itu gak perlu disebut haram lah.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam kondisi tertentu, saya malah suka kalau ada pengemis di jalan. Ini saya anggap seperti shortcut di desktop <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Lha iya tho? Saya kan jadi gak perlu jauh-jauh nyari panti asuhan kalau cuma mau beramal  sekian ribu rupiah. Amal? Iya. Menurut saya sih itu amal. Biar gimanapun, mereka ada di jalanan karena kondisi mereka yang mengharuskan mereka ada di situ.<span id="more-548"></span></p>
<p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-thumbnail wp-image-553" title="pengemis" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/08/pengemis.jpg?w=118&#038;h=150" alt="Foto 2" width="118" height="150" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Foto 2</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">Tapi ada juga yang bilang, sebagian besar pengemis itu  sebetulnya punya banyak uang dan menjadi &#8220;pengemis&#8221; itu adalah profesi mereka. Ya kalaupun saya ngasih uang ke pengemis yang ternyata dia lebih kaya dari saya, ya itung-itung sama seperti kalau saya sedang mentraktir teman-teman saya makan di hari ulang tahun saya. Mereka (teman-teman saya itu) kan sebetulnya mampu beli makan sendiri, tapi di hari itu saya yang bayari. Apakah itu mendatangkan pahala untuk saya? Waduh, saya gak tau. Itu mah yurisdiksi Tuhan.</p>
<p style="text-align:left;">Intinya, kalau kita ketemu pengemis, pilihannya cuma 2.  Mau ikhlas bersedekah atau tidak mau bersedekah. Lha kalau kita memilih gak mau kasih sedekah, ya gak usah sambil ngomel ini dan itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Inget lho, ucapan-ucapan kita itu nanti dinilai sama Tuhan.</p>
<p style="text-align:left;">Eniwei, selamat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman yang melaksanakan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sumber foto:</strong></p>
<p style="text-align:left;">http://www.acehindependent.net/detil_gallery_foto.php?no_foto=569</p>
<p style="text-align:left;">http://lulukwidyawanpr.blogspot.com/2007/05/pinjaman-untuk-pengemis.html</p>
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/548/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=548&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/08/27/ngecuprus-soal-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/08/pengemis_splima.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pengemis_splima</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/08/pengemis.jpg?w=118" medium="image">
			<media:title type="html">pengemis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngecuprus soal ramalan</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/24/ngecuprus-soal-ramalan/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/24/ngecuprus-soal-ramalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 07:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[gak usah dipikir rek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Posting-an ini gak berhubungan dengan mantan pacar semasa SMP yang sekarang jadi peramal.  Dan bukan, yang saya maksud bukan Mama Lauren. Sumpah, bukan.
Dulu, waktu masih kuliah, saya pernah iseng main ramalan pakai kartu dengan seorang kawan. Pakai kartu remi tentunya, kalau pakai kartu kredit kan jadi susah ngocoknya   Waktu itu, dari hasil membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=542&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Posting-an ini gak berhubungan dengan mantan pacar semasa SMP yang sekarang jadi peramal.  Dan bukan, yang saya maksud bukan Mama Lauren. Sumpah, bukan.</p>
<p style="text-align:left;">Dulu, waktu masih kuliah, saya pernah iseng main ramalan pakai kartu dengan seorang kawan. Pakai kartu remi tentunya, kalau pakai kartu kredit kan jadi susah ngocoknya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Waktu itu, dari hasil membaca kartu yang tersebar di meja, dia bilang bahwa saya akan nikah dua kali. Saya sih cuma nanya, 2 kali itu artinya saya bakal punya 2 istri atau cerai dulu terus nikah lagi?</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-543" title="crystal-ball" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/07/crystal-ball.jpg?w=150&#038;h=122" alt="crystal-ball" width="150" height="122" />Jujurly, saya gak terlalu percaya sama ramalan. Saya setuju dengan orang yang bilang bahwa ramalan itu membuat hidup kita jadi kurang nyaman. Coba aja, seandainya kita diramal bakal dapat sebuah peruntungan dan ternyata ramalan itu betul-betul terjadi, maka kita bakal kehilangan unsur kejutannya. Apa rasanya hidup tanpa kejutan? Pasti basi banget deh.</p>
<p style="text-align:left;">Atau sebaliknya, kalau kita diramal bakal dapat suatu kemalangan, maka hidup kita bakal jadi susah karena mikirin kemalangan itu. Padahal peristiwanya sendiri belum kita alami. Susah gak tuh kalau hidup kayak gitu?</p>
<p style="text-align:left;">Eniwei, terlepas kita percaya atau enggak sama ramalan, mungkin enak juga kalau nikah sama peramal. Iya gak sih? Bayangin aja, kalau malam menjelang tidur nih, kita gak perlu bilang maunya pakai gaya apa, dia kan pasti udah bisa ngeramal maunya kita. Iya kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=542&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/24/ngecuprus-soal-ramalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/07/crystal-ball.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">crystal-ball</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngecuprus soal Putri Cina</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/16/putri-cina/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/16/putri-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 11:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngecuprus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Gak tau kenapa, saya selalu bermasalah kalau punya hubungan yang serius dengan perempuan. Dulu waktu masih pacaran, walaupun termasuk punya banyak pacar, saya lumayan sering diputusin karena si pacar ketemu cowok lain.
Ternyata gak cuma urusan pacar aja. Urusan membaca buku yang bertema perempuan pun saya bermasalah. Contoh, saya selalu sukses baca buku Iwok Abqary sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=532&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Gak tau kenapa, saya selalu bermasalah kalau punya hubungan yang serius dengan perempuan. Dulu waktu masih pacaran, walaupun termasuk punya banyak pacar, saya lumayan sering diputusin karena si pacar ketemu cowok lain.</p>
<p style="text-align:left;">Ternyata gak cuma urusan pacar aja. Urusan membaca buku yang bertema perempuan pun saya bermasalah. Contoh, saya selalu sukses baca buku Iwok Abqary sampai tuntas. Gak ada masalah karena buku &#8211; buku kang Iwok yang saya baca itu biasanya tipis dan isinya juga ringan. Tapi khusus untuk buku  yang judulnya Suster Nengok, saya gak kelar bacanya. Buku itu &#8220;menghilang&#8221; dari tempat persembunyiannya.</p>
<p style="text-align:left;">Iya, buku itu memang saya sembunyikan karena selalu rebutan sama anakku kalau mau mulai membacanya. Jadi, suatu hari buku itu saya umpetin gara-gara saya harus berhenti membaca karena menerima panggilan telepon. Maksudnya sih supaya nanti gak perlu rebutan sama anakku kalau mau mulai membaca lagi. Sialnya, setelah terima telpon itu, saya harus pergi ketemu orang yang nelpon saya. Nah setelah sampai rumah lagi, buku itu lenyap dari persembunyiannya. Betul-betul aneh. Entah kemana suster itu ngesot..eh..nengok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-532"></span></p>
<p style="text-align:left;">Lalu sekarang buku Sindhunata yang berjudul Putri Cina dan sedan<img class="alignright size-thumbnail wp-image-535" title="putri-cina" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/07/putri-cina.jpg?w=99&#038;h=150" alt="putri-cina" width="99" height="150" />g saya baca itupun, menghilang. Kali ini benar &#8211; benar menghilang. Bukan karena saya sembunyikan, karena memang gak perlu rebutan sama siapa &#8211; siapa.</p>
<p style="text-align:left;">Tiap kali saya istirahat membaca buku ini, karena bukunya memang agak tebal, tiap kali itu pula buku itu berpindah tempat. Misalnya hari ini saya letakkan di rak buku yang ada di ruang tamu, besoknya saat saya mau lanjutin membaca, buku itu sudah gak ada di rak. Dia pindah ke meja kerja. Nah nanti kalau saya selesai membaca dan buku itu saya taruh di meja kerja, besok dia bisa pindah ke rak buku yang di ruang tv. Terus &#8211; terusan aja begitu. Betul &#8211; betul Putri Cina yang gak bisa diam.</p>
<p style="text-align:left;">Puncaknya, beberapa hari yang lalu. Buku itu benar &#8211; benar hilang entah pindah ke mana. Akhirnya saya jengkel dan musuhan sama Putri Cina itu.</p>
<p style="text-align:left;">Sekarang saya ganti buku. Buku lama yang belum sempat saya baca, judulnya The Alchemist karangan Paulo Coelho. Sebelum membaca, saya cek dulu jenis kelamin tokoh utamanya. Kalau perempuan lagi, saya ogah baca. Dan ternyata bukan. Sip lah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=532&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/16/putri-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/07/putri-cina.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">putri-cina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembali (Lagi)</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/10/kembali-lagi/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/10/kembali-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 02:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[gak usah dipikir rek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya, postingan ini mau saya beri judul Kembali Ke Fitrah. Tapi rasanya kok berlebihan ya?
Berlebihan banget kalau sekedar kembali nulis di blog dianggap sebagai  sesuatu yang suci/fitrah. Tapi mungkin juga enggak. Toh bagi saya, menulis itu memang hal yang bisa membuat saya tenang -Ya kira-kira kayak habis ML gitu deh- Dan kalau saya tenang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=525&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tadinya, postingan ini mau saya beri judul Kembali Ke Fitrah. Tapi rasanya kok berlebihan ya?</p>
<p>Berlebihan banget kalau sekedar kembali nulis di blog dianggap sebagai  sesuatu yang suci/fitrah. Tapi mungkin juga enggak. Toh bagi saya, menulis itu memang hal yang bisa membuat saya tenang -<em>Ya kira-kira kayak habis ML gitu deh</em>- Dan kalau saya tenang, saya bisa mikir dan bertindak rasional. Berlaku rasional, menurut saya adalah tindakan yang baik. Dan sesuatu yang baik, bolehlah dimasukkan dalam kategori suci. -<em>mbulet ae rek</em>-</p>
<p>Jadi gimana? Apa perlu saya ganti judulnya? Aih, pusing amat sama judul! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu sekarang apa yang harus saya tulis untuk membuat pikiran saya tenang? Jujur aja, saya belum tahu apa yang saya mau tulis sekarang. Padahal saya lagi butuh menulis. Sangat butuh! -<em>lha apa ML aja? kan tadi katanya mirip?</em>-</p>
<p>Ok lah, supaya judulnya gak mubazir, saya coba tulis sesuatu yang sesuai dengan judul di  atas -<em>jiaah..yang namanya judul ya pasti di atas lah!</em>-</p>
<p><span id="more-525"></span>Judul di atas -<em>hyiancik, dibaleni maneh rek</em>-, kalau mau dibuka lebih lebar, bisa mempunyai arti yang sangat banyak untuk saya. Salah satunya adalah, kembali ke jalan yang benar..hehehe..lha emangnya kemaren ini saya jalan ke mana sih?</p>
<p>Ya kalau mau dirunut -<em>situ mau ikut ngerunut ndak? kalau gak mau, mending sekarang pindah ke situs lain. Bakal panjang lho ini</em>-, dalam hal menulis, saya memang sudah melenceng jauh dari niat awal saya pada saat pertama kali nulis di blog. Kayak yang saya bilang tadi, dulu saya menulis untuk menenangkan diri saya sendiri.</p>
<p>Dulu, saya gak pernah perduli apakah tulisan saya bakal ada yang baca atau tidak. Kalaupun ada yang baca, saya juga gak terlalu perduli apakah ada yang bakal ninggalin komentar atau enggak. Pasrah aja. Sesuai kodrat saya sebagai anak bungsu yang cuma bisa pasrah.</p>
<p>Lha bener lho! Mungkin buat sebagian orang, jadi anak bungsu itu adalah sesuatu yang enak karena paling disayang dan bisa ngedapetin apa saja yang dimaui. Kenyataannya, gak seasyik itu kok. Contoh aja nih, waktu masih kecil dulu, kalau bepergian naik mobil, saya seneng banget duduk di kursi depan di sebelah pengemudi. Tapi saya gak bisa selalu ngedapetin kursi idaman itu. Kenapa? Ya karena saya punya kakak laki yang berbadan tinggi dan berkaki panjang. Kasian tho kalau dia harus duduk di belakang dan harus melipat kakinya? Jadi ya saya pasrah aja duduk di belakang. Toh kalau kakak saya bahagia, saya juga bahagia kok. Wuueeh..mulia sekali ya saya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah kembali ke soal tulis menulis, setelah saya terbiasa menulis untuk menenangkan hati dan pikiran, lama-kelamaan saya mulai jadi ketagihan menulis. Pernah suatu waktu saya menulis satu artikel per hari di blog saya yang lama. Lalu gara-gara itu, saya jadi rajin riset kecil-kecilan. Ya sekedar riset supaya tulisan saya gak ngaco. Kan malu kalau data yang saya tulis salah, padahal saat itu blog saya mulai sering dikunjungi orang dan mulai banyak yang ngomentari isi tulisan saya.</p>
<p>Akhirnya, kegiatan menulis itu bukan lagi kegiatan yang menyenangkan  untuk saya. Karena yang awalnya saya cuma menjadikan tulisan sebagai alat untuk <em>cooling down</em>, berubah jadi alat untuk mencari perhatian. Ternayata, sifat bawaan anak bungsu itu keluar juga. Ya normal tho kalau anak bungsu itu selalu minta diperhartiin. Iya kan? Iya lah! Awas kalau jawab enggak, saya bilangin ibu saya lho! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lha sekarang ini, saya kebetulan sedang punya masalah <em>-haiah, tiap hari semua orang juga punya masalah- </em>dan perlu tempat buat nenangin diri. Kebetulan di saat yang bersamaan, ada kejadian-kejadian yang ngebuat saya sadar bahwa hidup saya perlu diarahkan kembali ke tujuan yang benar. Ya minimal benar untuk saya, belum tentu benar menurut orang lain. Tapi selama itu tidak ngerugiin orang lain, ya apa salahnya kalau saya ngejalanin hidup saya sendiri. Pun kalau ternyata ada yang dirugikan, saya akan berusaha meminimalisir kerugian itu. Hey, jangan dipikir anak bungsu itu anak manja yang egois. Dalam beberapa hal, kami ini lebih toleran, bertanggung jawab dan sangat penyabar (dan juga narsis, pastinya) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah karena kebetulan tema hidup saya untuk minggu ini adalah &#8220;Kembali ke jalan yang benar&#8221; maka blog saya pun akan saya kembalikan ke fungsi awal. Yaitu sebagai tempat <em>cooling down</em>. Ya bolehlah kalau saya tetap promosiin tulisan di blog saya lewat beberapa situs jejaring sosial, tapi saya sudah tidak berharap ada komentar lagi. Ini sesuai dengan tag line blog saya, yaitu, Ngecuprus itu melegakan tapi entah bagi yang mendengarkan.</p>
<p>Jadi saya gak gitu perduli apakah orang yang ngebaca blog saya ini bisa ikut senang dan mau ninggalin komentar atau justru malah ngerasa eneg dan muntah-muntah -<em>hmmm kok kayak tanda kehamilan ya?</em>-. Yang penting, saya lega!</p>
<p>Ya semoga saja saya sedang ada info yang bagus kalau saya sedang <em>bludrek</em> dan merasa sangat perlu menulis untuk ngilangin <em>kebludrekan</em> itu. Jadi minimal saya bisa menulis/menenangkan diri dan sekaligus nyebarin info yang bagus itu. Kalau gitukan jadinya blog ini bisa berguna untuk saya dan juga untuk orang yang kebetulan iseng mampir ke sini.</p>
<p>Ya seperti Anda yang lagi iseng sekarang ini, cuma sialnya, Anda sekarang hanya dapat tulisan yang ngecuprus gak jelas dan gak dapat info apa-apa, hehehe maaf lho ya -lagian tadikan udah gw bilangin- <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=525&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/07/10/kembali-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebay</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/06/19/lebay/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/06/19/lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 06:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[gak usah dipikir rek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, alasan gue nulis adalah untuk ngelampiasin emosi. Masing-masing orang kan punya cara buat cooling down. Ada yang nyanyi, ada yang shopping bahkan ada yang pergi berenang buat menenangkan diri. Kalau gue, cukup dengan menulis. Nulis apa aja, topiknya bisa tentang gosip terhangat yang lagi beredar atau sekedar mencela pemerintah&#8230;hehehe
Tapi lama-kelamaan, dari sekedar buat pelampiasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=522&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dulu, alasan gue nulis adalah untuk ngelampiasin emosi. Masing-masing orang kan punya cara buat <em>cooling down</em>. Ada yang nyanyi, ada yang shopping bahkan ada yang pergi berenang buat menenangkan diri. Kalau gue, cukup dengan menulis. Nulis apa aja, topiknya bisa tentang gosip terhangat yang lagi beredar atau sekedar mencela pemerintah&#8230;hehehe</p>
<p>Tapi lama-kelamaan, dari sekedar buat pelampiasan emosi akhirnya berkembang jadi hobi. Makanya gue bikin tukangecuprus ini.</p>
<p><span id="more-522"></span>Nah, setelah ada facebook, gue juga suka nulis di notes FB itu. Banyak banget kemudahan kalau nulis di FB. Semua orang bisa langsung baca apa yang kita tulis. Bahkan kita bisa tag beberapa orang untuk kita &#8220;paksa&#8221; baca tulisan kita <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sialnya, di FB itu ada juga kemudahan untuk mengkopi link dari media online dan kita paste di wall kita. Kenapa sial? Ya buat gue, kalau cuma sekedar copas, itu bikin otak gue malas bekerja.</p>
<p>Sementara kalau di blog ini, gue minimal harus mikir dari sudut pandang mana gue bisa nanggepin berita itu dan kemudian gue tulis di sini. Lha kan gak seru kalau punya blog tapi isinya cuma kumpulan URL dari media-media online <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya, sekarang gue putusin untuk me-non aktifkan <strong>sementara</strong> account facebook gue. Lebay banget ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ya sebetulnya ada alasan lain kenapa gue deactivate fb gue, tapi itu cukup gue aja yang tau lah hahahahaha&#8230;ngapain juga masalah internal di bawa ke blog <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=522&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/06/19/lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan, apa sih sebetulnya?</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/05/28/pernikahan-apa-sih-sebetulnya/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/05/28/pernikahan-apa-sih-sebetulnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 22:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[gak usah dipikir rek]]></category>
		<category><![CDATA[ThOUghts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar teman-teman saya pasti sudah tahu kalau saya pernah bilang bahwa pernikahan itu adalah seperti migrasi dari kartu pra bayar ke pasca bayar. Salah satu kawan saya, sebut saja namanya Mionk, beberapa hari yang lalu datang ke rumah dan ngebahas soal teori pernikahan yang baru. Baru menurut pendapat dia, entah bagi orang lain  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=508&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Sebagian besar teman-teman saya pasti sudah tahu kalau saya pernah bilang bahwa pernikahan itu adalah seperti migrasi dari kartu pra bayar ke pasca bayar. Salah satu kawan saya, sebut saja namanya Mionk, beberapa hari yang lalu datang ke rumah dan ngebahas soal teori pernikahan yang baru. Baru menurut pendapat dia, entah bagi orang lain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-518" title="holding money" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/05/holding-money2.jpg?w=150&#038;h=100" alt="holding money" width="150" height="100" />Dia bilang gini, ketemu jodoh dan kemudian menikah itu rasanya seperti menang lotere. Beneran ini, Gil! Begitu katanya berusaha meyakinkan saya. Lu tau kan, kalau kita menang lotere tuh kayaknya kita menemukan semua jawaban dari masalah kita. Contoh nih, Gil, kalo lu punya hutang atau tanggungan biaya sekolah, atau sekedar harus bayar cicilan motor deh, pasti semua itu bisa beres karena elu dapat lotere. Iya kan? Tanyanya sembari mengacungkan sebilah pisau.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-508"></span>Bukan, pisau itu bukan untuk mengancam saya. Kebetulan sewaktu dia bicara, dia juga sembari membelah durian Monthong yang tadi dia bawa.</p>
<p style="text-align:left;">Demi mendapat jatah durian yang menggiurkan itu, maka saya dengan mantap menjawab, bener banget lu! Gue setuju sama teori lu.</p>
<p style="text-align:left;">Nah kurang lebih rasanya sama seperti orang yang baru ketemu belahan jiwanya, kata si Mionk melanjutkan cerita tentang teori pernikahannya. Kayaknya tuh, semua hal jadi menyenangkan. Yang tadinya bosan kerja karena harus ngejalanin rutinitas, tiba-tiba jadi semangat lagi karena sekarang dia menemukan alasan tepat untuk bekerja. Atau yang sedang frustasi karena gak punya kerja, tiba-tiba jadi super kreatif dan makin rajin cari peluang kerja gara-gara ngerasa punya sesuatu untuk diperjuangkan.</p>
<p style="text-align:left;">Dan ada satu lagi yang sama nih, Gil. Rasa bergejolak yang elu rasain di dalam hati pas elu denger nomer lotere lu diumumin jadi pemenang, sama kan dengan gejolak hati pas lu ngerasa nemuin orang yang tepat buat lu jadiin pasangan hidup? Rasanya tuh gimanaaaa gitu. Pengennya loncat-loncat kegirangan, tapi seberapapun tinggi loncatannya, rasanya tetep kurang tinggi karena gak bisa ngewakilin rasa senang yang meledak-ledak di hati lu. Bener gak, Gil? tanya Mionk sambil melotot. Entah melotot karena berapi-api mengutarakan teorinya, atau melotot karena keselek biji durian <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">He eh..bener banget lu, jawab saya sembari terus mencomot durian yang menantang itu.</p>
<p style="text-align:left;">Bandingin teori lu dengan teori gue, Gil. Teori gue rasanya lebih bisa diaplikasi ke semua gender. Setuju gak?</p>
<p style="text-align:left;">Wohoooo..ntar dulu boss, jawab saya sembari berdiri dari kursi yang saya duduki. Bukan, saya berdiri bukan karena terpancing emosi tapi karena mau cuci tangan karena buah durian itu sudah habis.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau soal mengaplikasi, itu tergantung masing-masing orang. Teori lu bagus, cuma menurut gue itu terlalu rumit. Coba lu bayangin kalau uang hasil menang lotere itu habis, masalah lu bakal muncul lagi. Jadi lu harus pinter-pinter ngatur uang itu. Lu harus pinter milih investasi mana yang harus lu ambil, supaya uang hasil lotere lu itu bertambah banyak. Menurut gue itu ribet, karena terlalu banyak kalkulasi.</p>
<p style="text-align:left;">Maab nih boss, tapi gue tetep lebih suka mengibaratkan pernikahan dengan migrasi dari kartu pra bayar ke paska bayar. Sistem kartu paska bayar itu sederhana banget, walaupun kesannya kejam.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-520" title="phone" src="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/05/phone2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="phone" width="150" height="112" />Sistemnya gini, selama lu bayar tiap bulan, ya lu berhak memakai semua fasilitas si provider telpon yang lu pakai. Kalau lu nunggak bayaran, ya gradually layanannya bakal dikurangi. Kalau lu nunggak dua kali berturut-turut, ya maaf, semua layanan terpaksa terminated. Sebaliknya, kalau lu rajin bayar tapi layanan dari provider kurang memuaskan, lu bisa complain abis-abisan. Iya tho?</p>
<p style="text-align:left;">Btw, thanks duriannya ya Mionk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=508&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2009/05/28/pernikahan-apa-sih-sebetulnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/05/holding-money2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">holding money</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tukangecuprus.files.wordpress.com/2009/05/phone2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">phone</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngecuprus Sebelum Liburan.</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/11/03/ngecuprus-sebelum-liburan/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/11/03/ngecuprus-sebelum-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 05:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngecuprus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu, gue di-sms temen gue kalau Liverpool kalah dari Spurs. Jadi sementara ini, Chelsea back on top of the EPL. Sucks! 
Hari Minggu, gue nonton balap F1 yang mencatat Lewis Hamilton sebagai juara musim balap 2008. Walaupun kejadiannya bizzarre, tapi dia akhirnya bisa jadi juara. Great!
Hari ini, gue memutuskan untuk libur ngeblog dan bermilis-milisan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=497&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Hari Sabtu, gue di-sms temen gue kalau Liverpool kalah dari Spurs. Jadi sementara ini, <em>Chelsea back on top of the EPL</em>. <em>Sucks! </em></p>
<p style="text-align:left;">Hari Minggu, gue nonton balap F1 yang mencatat Lewis Hamilton sebagai juara musim balap 2008. Walaupun kejadiannya <em>bizzarre</em>, tapi dia akhirnya bisa jadi juara. <em>Great!</em></p>
<p style="text-align:left;">Hari ini, gue memutuskan untuk libur ngeblog dan bermilis-milisan. Gue mau nyelesain project yang penting. Penting buat gue sih. Gak penting buat tetangga gue dan anjingnya yang lucu itu.</p>
<p style="text-align:left;">Gue mau konsentrasi 100% di project ini, biar cepet kelar. <em>Hasta la vista, so long.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=497&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/11/03/ngecuprus-sebelum-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Judulnya Apa Ya?</title>
		<link>http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/10/30/judulnya-apa-ya/</link>
		<comments>http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/10/30/judulnya-apa-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 21:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tukangecuprus</dc:creator>
				<category><![CDATA[gak usah dipikir rek]]></category>
		<category><![CDATA[semrawut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangecuprus.wordpress.com/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Hari Blogger dan Hari Sumpah Pemuda sudah lewat. Terus mau apa? Mbuh, gak tau. Lha mikir judul postingan ini aja gue bingung kok.
Kalau dipikir-pikir, istilah blogger itu artinya apa tho? Kok banyak banget orang yang mau menyebut dirinya blogger? Malah sampai ada Hari Blogger Nasional juga. Emangnya kalau udah jadi blogger terus kenapa? Hmmm mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=492&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Hari Blogger dan Hari Sumpah Pemuda sudah lewat. Terus mau apa? Mbuh, gak tau. Lha mikir judul postingan ini aja gue bingung kok.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau dipikir-pikir, istilah blogger itu artinya apa tho? Kok banyak banget orang yang mau menyebut dirinya blogger? Malah sampai ada Hari Blogger Nasional juga. Emangnya kalau udah jadi blogger terus kenapa? Hmmm mungkin suatu saat nanti gue bisa menjawab pertanyaan gue sendiri ini.</p>
<p style="text-align:left;">Yang jelas, untuk sekarang ini, kalau di depan mertua atau calon mertua kita bilang bahwa kita adalah blogger, gue yakin mereka bakal bingung. Apaan tuh blogger? Pasti pertanyaan itu yang bakal mereka tanyakan.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-492"></span>Mungkin sama kayak beberapa tahun silam. Kalau orangtua atau calon mertua nanya, kamu nanti mau jadi apa? Trus kita jawab, mau jadi DJ atau mau jadi MC, beuuuh udah pasti mereka bakal pingsan 7 turunan. Ya jelas, karena jaman dulu profesi DJ, MC dan profesi artis pada umumnya jelas-jelas belum dikenal dan mungkin dianggap belum bisa dijadikan mata pencaharian.</p>
<p style="text-align:left;">Para orangtua itu masih menganggap profesi dokter, insinyur dan gelar-gelar akademis lainnya jauh lebih menjanjikan.</p>
<p style="text-align:left;">Sekarang? Phew&#8230;liat aja tuh gimana larisnya berbagai kontes untuk jadi artis instan yang diadakan stasiun-stasiun tv. Malah kadang-kadang, para orangtua itu yang semangat mendorong anaknya untuk ikut kontes. Mungkin para ortu itu pikir, sekarang label artis itu sudah cukup bisa diandalkan untuk cari duit. Gitu kali ya?</p>
<p style="text-align:left;">Nah, kira-kira kapan para blogger bisa dengan lantang menjawab di depan ortu atau calon mertua dengan jawaban seperti ini; Iya Om dan Tante, saya ini blogger dengan 500 <em>hits</em> dan 150 komentar per bulan! Lalu  kemudian, para orangtua dan calon mertua itu manggut-mangut dengan takzim atas jawaban anak muda di depannya.</p>
<p style="text-align:left;">Kapan ya kira-kira? Haiiish&#8230;gak tau lah, lha wong mikir judul postingan ini aja gue tetep gak bisa kok.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tukangecuprus.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tukangecuprus.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tukangecuprus.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tukangecuprus.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tukangecuprus.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tukangecuprus.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tukangecuprus.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tukangecuprus.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tukangecuprus.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tukangecuprus.wordpress.com/492/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tukangecuprus.wordpress.com&blog=5285597&post=492&subd=tukangecuprus&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tukangecuprus.wordpress.com/2008/10/30/judulnya-apa-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/336e20537c8a7472dabcc19c64a33aac?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">tukangecuprus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>