Safari kandidat calon Presiden

Tadi siang sempat baca berita tentang Megawati. Kok ya agak gag sreg gitu bacanya. Disitu bu Mega bilang rakyat RI jangan punya mental pengemis. Setau gue yang namanya pengemis itu adalah tukang minta duit yang ada dijalanan atau lebih ekstrem lagi, orang yang tidak mau berusaha dengan keras untuk menghasilkan uang. Ya kalau dipikir – pikir, berdiri di jalanan seharian itu sebetulnya kerja yang ngga gampang juga siy. Kembali ke topik, Megawati berkomentar seperti itu karena pada kunjungannya ke daerah – daerah selalu menemukan alasan klasik yaitu rakyat tidak bisa berbuat apa – apa karena tidak punya uang. Mungkin bu Mega lupa bahwa jaman sekarang ini uang memang selalu jadi topik utama. Petani itu perlu uang untuk beli pupuk, bibit, obat – obatan dan lain – lain. Ok lah mungkin ada pinjaman dari koperasi atau apapun, lha tapi itu kan nanti harus dibalikin juga plus bunga. Dan yang dipinjam itu adalah, duit.

Para tukang tani itu gue yakin sudah bekerja sangat keras, jangan lah mereka dibilang bermental pengemis. Uang itu hanyalah salah satu modal mereka untuk hidup, para regulator harusnya membantu mereka untuk bisa menghasilkan modal yang cukup untuk bisa terus berusaha dan hidup sejahtera. Bantuannya bisa berupa macam – macam, bukan sekedar uang. Walaupun uang memang penting. Nha bu Mega aja kalau ngga punya uang juga ngga akan bisa safari politik tho.

Didalam berita itu juga disebutkan bahwa Megawati mau mendengarkan langsung dari rakyat soal keluhan – keluhan yang ada dilapangan. Nah! itu mereka sudah mengeluh kok malah dibilang jangan punya mental pengemis? Mereka mengeluh karena ibu datang untuk mendengarkan keluhan. Coba kalau bu Mega datang dengan niat untuk mendengar sumbangsih rakyat, pasti banyak ide cemerlang dari mereka.

Alasan bu Mega mau dengar langsung dari rakyat pun agak gak enak dibacanya. Beliau bilang sudah tidak mau dibodohi oleh laporan – laporan yang diterimanya seperti pada saat dia masih menjabat sebagai Presiden dulu. Lhaaa kalau Presiden itu ibarat Managing Director, harusnya kan dia punya cara untuk ngecek laporan bawahannya, bukan sekedar terima jadi aja. Kalau bawahannya bagus pasti laporannya bener, kalau ngga bagus ya diganti. Bukan berarti sang MD yang turun ke lapangan langsung. Sekali – kali boleh lah, tapi kalau keseringan apa ya waktunya cukup?

Aduh udah ah, capek juga gue nulis panjang – panjang. As if bakal ada pengaruhnya gitu? qkqkqkqkqkh nikmatnya jadi orang impulsif.

Advertisements

4 thoughts on “Safari kandidat calon Presiden

  1. Iya dia sih ketauan modalnya kenceng, sebelum safari di dalam negeri dia sempet ke Tunis terus nyarter pesawat di Tunis untuk ke Libya, Alger n Paris. coba uangnya di pake buat nraktir kita makan gil, bisa buat setahun kali ya. hehehe

  2. Jadi MD??? Hehehehe…ember…kayaknya Mbak Mega emang mesti magang dulu di EO ato PH, biar dia tau gimana pentingnya mencari orang terpercaya dan mendelegasikan wewenang. Phew…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s