Bulan

Jam 3 pagi tadi, pas keluar dari kantor gara – gara dibikin pusing sama mesin editing, gue sempat ngeliatin bulan yang bersinar terang walaupun bukan purnama sempurna. Tiba – tiba aja muncul pikiran usil. Mungkin ngga kalau sebetulnya bulan itu dibuat oleh manusia?

Kita tau kalau manusia itu selalu mencari cara untuk bertahan hidup, salah satunya adalah dengan menciptakan dan mengembangkan teknologi. Jadi mungkin aja bulan itu hanya sebuah alat hasil ciptaan manusia jaman dulu. Kenyataannya, bulan itu banyak banget manfaatnya buat kita dan siapa bilang manusia jaman dulu itu hanya dari era prasejarah? Mungkin aja ada sejarah yang hilang. Lha wong teks Supersemar yang asli aja bisa hilang. Eh ngelantur.

Ini niy yang ada dalam pikiran usil gue. Jaman dahulu yang sangat kala, maksudnya lebih dari jaman dahulu kala, manusia di bumi ini sudah sangat maju teknologinya dan tidak terpecah – pecah dalam batasan semu seperti ras, suku, bahasa dan lain – lain. Ibaratnya seperti dunia maya kita ini deh, siapapun bisa masuk ke blog gue dan juga sebaliknya. Sayangnya mereka masih punya berbagai macam kendala yang sifatnya universal. Contohnya pemakaian energi yang sangat besar untuk menerangi berbagai daerah pada saat malam hari, tidak beraturannya gelombang air laut dan juga, mungkin, untuk jadi tameng bumi dari terjangan asteroid. Nah solusi yang paling tepat saat itu adalah membuat alat yang bersifat multi fungsi dan bisa dirasakan kegunaannya buat semua orang di bumi ini yaitu sebuah satelit yang sekarang kita kenal dengan nama bulan.

Krisis energi bisa diatasi karena bulan berfungsi memantulkan cahaya matahari ke bagian gelap bumi, dunia pelayaran menjadi lebih aman karena gelombang laut relatif lebih teratur karena efek gravitasi bulan dan sebagian besar asteroid bisa ditangkis oleh bulan.

Perkara tidak bisa ditemukannya bukti bahwa manusia pernah punya kehidupan yang sangat moderen, bisa jadi karena pada satu masa manusia menjadi sombong dan terjadi mega perang dan menghancurkan semua peradaban. Contoh kecil di jaman kita adalah peristiwa Hiroshima dan Nagasaki.

Bisa juga hanya karena terjadinya human error yang menyebabkan musibah yang sangat besar, makanya tercipta pribahasa sepandai – pandai tupai meloncat akhirnya terjatuh juga. Salah satu efek dari kejadian itu adalah terciptanya flora dan fauna jenis baru dari hasil tercemarnya lingkungan dan kita mengenalnya dengan istilah dinosaurs era.

Hmmm cukuplah sesi berkhayal hari ini. Sekarang kembali ke mesin editing yang rusak.
Hiks…

Advertisements

2 thoughts on “Bulan

  1. Bisa jadi. Soalnya bulan jelas tidak berasal dari material yang sama dengan yang bikin bumi.

    Lantas, kemungkinan sebuah pecahan asteroid lewat di samping bumi dengan laju, arah, dan sudut yang begitu pas sehingga terjebak gravitasi bumi dan mengorbit secara teratur: bisa jadi lebih kecil daripada 1 banding 6 gaziliar (entah berapa nolnya tuh).

    Kalau kita tiba-tiba kesandung di Indonesia, menemukan karcis lotere Inggris yang memenangkan satu miliar… tiga tiket sekaligus. Itu aja masih lebih mungkin daripada proses bulan di atas.

    Dengan kebetulan yang hebat pula, lintasan bulan ini memengaruhi pasang dan surut laut. Sehingga manusia bisa menggunakannya untuk pelayaran–maupun perikanan.

    Edun. Lebih masuk akal kalau memang bulan adalah hasil perencanaan yang matang.

  2. Nah kalo di email malah ada yang nanya, kalau memang untuk energy saving, kenapa bulan ngga purnama terus? kenapa harus ada bulan sabit? Ya gue jawab aja, ibarat hape, sekali waktu kan perlu di recharge. Hehehe namanya juga ngayal, kan bebas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s