Antrian.

Tadi pagi antri di sebuah bank. Sungguh ngga nyaman berdiri di antrian yang berbentuk huruf S. Apalagi pada saat kita harus berdiri di bagian yang membelakangi counter dan harus menghadapi muka – muka lain yang berlawanan arah dengan kita.

Biasanya pada saat seperti itu kita memilih untuk sedikit menggeser arah badan kita dan menghadap tembok sambil cari – cari bahan yang bisa kita lihat. Entah itu kurs mata uang asing, poster iklan mba – mba cakep yang sedang nempel di ATM atau berusaha membaca suku bunga deposito walaupun kita juga ngga punya deposito di bank itu. Atau tetap mempertahankan posisi tapi mulai memainkan telepon genggam. Lagak memainkan telepon ini pun bermacam – macam, ada yang pura – pura kirim sms dan ada juga yang main game.

Kali ini gue pilih gaya memutar – mutar badan 360 derajat setiap 2 menit sekali. Sebetulnya ini sekedar menyaingi tingkah seorang ibu yang ngobrol dengan anaknya. Si ibu ini berdiri di antrian sedangkan anaknya duduk di kursi. Jarak antrian dan kursi ini hanya 2 meter tapi mereka berkomunikasi seperti orang yang sedang menyemangati tim bola favorit mereka yang sedang bertanding.

Akhirnya hampir semua orang menonton tingkah kami berdua. Ya itung – itung beramal. Sekedar memberi bahan tontonan bagi orang lain kan bisa jadi amal ya? Udah bagus gue cuma muter – muter badan, coba kalau gue pilih gaya ngebor atau goyang gergaji di antrian itu.

Advertisements

2 thoughts on “Antrian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s