Bengis.

Selama pulang ke Semarang beberapa minggu yang lalu itu, saya dapat istilah baru yaitu bengis. Menurut saya, istilah ini cocok banget buat kota Semarang.

Seperti kota lain di Indonesia, Semarang juga punya banyak tempat makan yang enak. Ada nasi goreng bakar di Tlogosari, ada gado – gado dan rujak degan di Pekunden dan ada juga nasi uduk di dekat Undip, kalau saya enggak salah. Belum lagi loenpia, mendoan dan tahu petisnya. Dooh, pokoke slurups banget lah.

Makanya istilah bengis itu cocok banget. Jadi kalau kita baru pulang setelah wisata kuliner, kita bisa bilang “Aduh kekenyangan nih, jadi bengis” Jauh lebih sopan dibanding kita bilang, kebelet ngising! Iya tho?

Note:
Saya kok dapet perasaan gak enak. Kayaknya bakal dapet komen yang bunyinya kira-kira: abis baca postingan lo, gue jadi bengis nih.

Hohoho bumilica belluci, buntel, dinisaurus dan ratu binaraga coba cari komen yang lebih kreatif!

Advertisements

4 thoughts on “Bengis.

  1. yeee…geer banget, sapa yg mau komen begituan. aku cuma mau bilang:

    PERTAMAAAAXXXXXX

    *bumillica belluci*

  2. KEDUAAAAAAAAAAXXXXXXXX!!! Tauukk tuhhh ge-er banget, sapa yg mau komen kek gitu?!?! huh pikiran elu aja yg ga kreatip!

  3. sumpah…gw ngak mau jadi keempat, krn yg pantes menduduki tempat keempat tuh si ratu ngebor :))
    sesuai dengan sunnah rasul kan.

    Gi, mereka bertiga itu mana ngerti tentang ngising 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s