Ngecuprus soal Putri Cina

Gak tau kenapa, saya selalu bermasalah kalau punya hubungan yang serius dengan perempuan. Dulu waktu masih pacaran, walaupun termasuk punya banyak pacar, saya lumayan sering diputusin karena si pacar ketemu cowok lain.

Ternyata gak cuma urusan pacar aja. Urusan membaca buku yang bertema perempuan pun saya bermasalah. Contoh, saya selalu sukses baca buku Iwok Abqary sampai tuntas. Gak ada masalah karena buku – buku kang Iwok yang saya baca itu biasanya tipis dan isinya juga ringan. Tapi khusus untuk bukuย  yang judulnya Suster Nengok, saya gak kelar bacanya. Buku itu “menghilang” dari tempat persembunyiannya.

Iya, buku itu memang saya sembunyikan karena selalu rebutan sama anakku kalau mau mulai membacanya. Jadi, suatu hari buku itu saya umpetin gara-gara saya harus berhenti membaca karena menerima panggilan telepon. Maksudnya sih supaya nanti gak perlu rebutan sama anakku kalau mau mulai membaca lagi. Sialnya, setelah terima telpon itu, saya harus pergi ketemu orang yang nelpon saya. Nah setelah sampai rumah lagi, buku itu lenyap dari persembunyiannya. Betul-betul aneh. Entah kemana suster itu ngesot..eh..nengok ๐Ÿ™‚

Lalu sekarang buku Sindhunata yang berjudul Putri Cina dan sedanputri-cinag saya baca itupun, menghilang. Kali ini benar – benar menghilang. Bukan karena saya sembunyikan, karena memang gak perlu rebutan sama siapa – siapa.

Tiap kali saya istirahat membaca buku ini, karena bukunya memang agak tebal, tiap kali itu pula buku itu berpindah tempat. Misalnya hari ini saya letakkan di rak buku yang ada di ruang tamu, besoknya saat saya mau lanjutin membaca, buku itu sudah gak ada di rak. Dia pindah ke meja kerja. Nah nanti kalau saya selesai membaca dan buku itu saya taruh di meja kerja, besok dia bisa pindah ke rak buku yang di ruang tv. Terus – terusan aja begitu. Betul – betul Putri Cina yang gak bisa diam.

Puncaknya, beberapa hari yang lalu. Buku itu benar – benar hilang entah pindah ke mana. Akhirnya saya jengkel dan musuhan sama Putri Cina itu.

Sekarang saya ganti buku. Buku lama yang belum sempat saya baca, judulnya The Alchemist karangan Paulo Coelho. Sebelum membaca, saya cek dulu jenis kelamin tokoh utamanya. Kalau perempuan lagi, saya ogah baca. Dan ternyata bukan. Sip lah.

Advertisements

6 thoughts on “Ngecuprus soal Putri Cina

  1. Si Putri itu dibawa ngesot sama si Suster …. makanya bacaan yang cocok buat elo itu adalah: Rintihan Bencong Taman Lawang …..

    Ragil:
    Heh..bencong, kalo komen yang bener dong
    ๐Ÿ˜›

  2. Hahahahahahaaahah. Ngakak bacanya. Di Alchemist tokohnya memang bukan perempuan, tapi berhati-hatilah siapa tahu dia juga gak sudi dibaca olehmu :p


    Ragil:
    Sampai hari ini masih aman, baru setengah buku sih
    ๐Ÿ˜€

  3. kekekeeeew…. makanya bukunya di rante, pake rantenya anak2 punk itu dong mas …:)

    Ragil:
    jiaaah..ntar malah nyanyi pula
    ๐Ÿ™‚

  4. mungkin putri china nya jadi korban di xinjiang jadilah menghilang ๐Ÿ˜›

    Ragil:
    duh..jangan dooong *buru-buru nolong si putri*

  5. cerita yang aneh ๐Ÿ˜
    tapi kalo nonton trio macan apa bermasalah juga? kan personelnya perempuan semua tuh ๐Ÿ˜€

    Ragil:
    hiaaah..dari dulu gak berhasil nonton trio macan
    ๐Ÿ˜ฆ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s