Liburan Musim Dingin: Sydney

Tanggal 2 Juli kemarin, saya sekeluarga liburan ke Australia. Tepatnya sih dua keluarga, karena bareng dengan keluarga adik istri saya. Seru juga jalan-jalan serombongan gitu. Kami bertujuh, 4 dewasa, 3 anak-anak.

Ribet? Enggak kok, kebetulan anak-anak ini sudah terlatih mandiri. Jadi mereka gak terlalu merepotkan selama perjalanan. Malah cenderung asyik sendiri πŸ˜€

Kota pertama, sebagai entry poin, adalah Sydney. Kami tiba sekitar jam 7 pagi waktu setempat. Oh iya, kalau musim dingin, Australia beda 3 jam lebih cepat dari Indonesia.

Pagi itu kami langsung menuju Hotel Ibis di Pitt Street. Lokasinya tepat di tengah kota, jadi bisa jalan kaki kalau mau menuju landmarks yang ada di Sydney. Setelah memasukan koper di locker hotel, karena belum bisa check in, kami langsung mencari sarapan. Di China town tentunya, beneran deh, agak sulit cari restoran bule yang buka jam segitu. Kecuali fast food lah.

Kelar sarapan, kami menuju Sydney Harbour. Setelah berkeliling, akhirnya kami memutuskan untuk naik water taxi supaya bisa melihat Opera House dan Harbour Bridge. Sebetulnya kalau mau, bisa aja kami jalan ke Circular Quay dan menikmati view Opera House dan Harbour Bridge dari situ. Tapi karena anakku terlalu capai gara-gara gak bisa tidur selama 6 jam perjalanan di pesawat, jadi kami memilih water taxi. Perjalanan naik water taxi ini sekitar 1 jam, lumayan lah kalau buat foto-foto aja.

Selesai keliling naik water taxi, kami mengunjungi Sydney Aquarium. Tempat ini sama seperti Sea World yang ada di Dufan itu. Bedanya, kalau Sea World kita langsung menuju aquarium besar setelah masuk areanya, kalau Sydney Aquarium ini kita bakal melihat beberapa aquarium kecil yang, menurut saya, membosankan.

Setelah berjalan melewati jejeran aquarium kecil itu, baru kita menemukan jalan menuju area aquarium air laut yang besar. Persis seperti Sea World, hanya lebih kecil. Kalau bagi anak SD yang suka ikan, seperti anak saya, pasti senang begitu masuk area ini. Kalau saya sih, lebih suka membayangkan ikan-ikan itu digoreng :mrgreen:

Jalan-jalan di Sydney kami akhiri di aquarium itu. Sebelum kembali ke hotel, kami beli makanan untuk makan malam karena sudah memutuskan untuk stay dan istirahat karena paginya kami harus berangkat ke Brisbane.

Sebetulnya banyak yang bisa dieksplor di Sydney, semua info bisa didapat dari brosur yang ada di hotel. Atau, cari tourist information dan atur acara jalan-jalan Anda di situ. Ini berlaku di semua kota di Australia. Kalau soal mendapatkan info, Australia masih juara dibanding kita. Tapi kalau keindahan obyek wisatanya, jujur aja, kita masih jauh lebih hebat.

Kalau bagi kami, acara di Sydney cukup sampai di situ aja. Karena sejak awal, kami memang gak berniat plesiran di sana. Sydney cuma jadi kota persinggahan aja.

P.S: Ini nulisnya juga gak semangat euy πŸ˜€

Advertisements

7 thoughts on “Liburan Musim Dingin: Sydney

  1. haloo salam kenal ya. Lg ngumpulin info Oz nih, sapa tau iseng dapet tiket murah. bikin visa-nya gampang ga ?

    ragil:
    Gampang, asal dokumen lengkap. Coba cari infonya di kedutaan. Saya lupa apa aja
    :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s