Semakin hari, dunia fotografi semakin banyak jumlah peminatnya. Hampir dari semua umur dan semua latar belakang. Fotografi memang menyenangkan dan, di masa kini, semakin mudah untuk ditekuni.

Selama kita bukan fotografer profesional, modal utama yang harus dimiliki adalah kemauan dan kreativitas. Bukan alat. Kurang lebih sama dengan profesi dokter, selama kita hanya hendak mempraktikkan ilmu kedokteran yang umum, tentu bisa kita lakukan di mana saja. Kecuali kalau kita dokter spesialis bedah yang harus menangani pasien, tentu perlu alat dan tempat khusus untuk melakukan keahlian itu.

Kalau kita menekuni fotografi sebagai hobi, alat yang dapat digunakan sangat beragam. Itu pun tidak harus milik kita, kamera pinjaman pun boleh. Tidak seperti fotografer profesional yang dituntut untuk menghasilkan foto berkarakter khusus sesuai keinginan klien, penggemar fotografi punya kebebasan untuk berkarya. Gampangnya, suka-suka gue aja. Tentu harus disertai tanggung jawab. Dan alat canggih bukanlah sebuah prioritas. Kalau kita memang mampu menuangkan ide dan konsep foto melalui kamera yang tertanam dalam handphone atau bahkan dalam laptop sekalipun, ya lakukan saja. Untuk apa lagi menunggu punya kamera DSLR dengan lensa seharga motor baru bermesin 125 cc?

Hal ini mungkin sama dengan kegiatan menulis di zaman digital, yang menjadi elemen utama dalam penulisan tentunya sebuah ide. Kalau ide sudah didapat, siapa yang peduli dengan media yang kita gunakan? Kita bebas menuangkan ide itu di blog atau di jejaring sosial. Alat yang digunakan pun terserah kita, entah itu perangkat komputer milik sendiri, menyewa di warung internet atau melalui perangkat telepon seluler yang terkoneksi dengan internet. Kecuali kalau kita adalah seorang novelis. Tentu kita dituntut untuk menuangkan ide dalam bentuk sebuah naskah dengan segala peraturan teknisnya. Itu pun tidak ada yang menuntut bahwa alat yang digunakan untuk menulis harus milik sendiri. Iya, kan?

Bagi penyuka fotografi yang menggunakan smartphone, sudah banyak aplikasi untuk editing dan sharing foto. Mereka ini secara umum sering disebut sebagai mobile photographers. Dibanding pemilik kamera saku dan DSLR, mobile photographers lebih punya kemudahan dalam berkarya. Semua bisa dilakukan dalam sekejap tanpa harus berganti piranti. Mulai dari capturing, editing dan sharing. Semua sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita mengolah kreativitas dan kepekaan terhadap lingkungan sekeliling.

Menangkap objek foto sebetulnya tidak sulit, karena sesungguhnya objek menarik selalu ada di sekeliling kita. Yang diperlukan hanya kemauan untuk berlatih menajamkan indra pengelihatan dan kepekaan rasa. Sebagai contoh saja, ketika kita sedang berjalan di antara kerumunan manusia, lalu ada yang bertanya berapa jumlah orang yang berbaju merah, sering kali kita tidak bisa menjawab karena memang tidak memperhatikan. Tapi kalau sejak awal kita sudah fokus dan berniat mengamati, tentu dengan mudah kita akan menjawab pertanyaan itu.

Begitu juga dengan fotografi. Ketika kita sedang duduk di kursi sebuah coffee shop, kalau kita memang berniat membuat foto yang menarik, sebuah cangkir berisi cappuccino dan novel yang tergeletak di meja bisa dijadikan objek foto. Tinggal bagaimana kita mengatur letak kedua benda itu ke dalam bidang bidikan agar tampak menarik. Ini yang dinamakan komposisi. Lalu kamera jenis apa yang bisa digunakan untuk mengabadikan objek tersebut? Selama berfungsi normal dan bisa menangkap cahaya dengan baik, semua jenis kamera bisa digunakan.

Sisi artistik dalam fotografi diwakili oleh 2 hal tersebut. Komposisi dan pencahayaan. Komposisi selalu berkaitan dengan rasa nyaman ketika kita melihat tata letak objek foto, sedangkan pencahayaan adalah elemen wajib dalam semua urusan pengelihatan. Jadi kalau disimpulkan, alat utama di dalam dunia fotografi adalah mata yang disertai dengan kepekaan rasa. Kamera adalah sekadar alat bantu.

Itulah esensi fotografi. Dari banyak sumber yang bisa saya rangkum, kegiatan fotografi adalah kemampuan artistik mengabadikan objek, atau kejadian, ke dalam sebuah foto dengan pencahayaan yang baik. Itu saja.

Kalau itu sudah dikuasai, selebihnya adalah kosmetik. Piranti lunak editing atau aplikasi filtering adalah alat untuk memperindah foto. Tapi sebagus apa pun ilmu tata rias yang kita miliki, kalau foto aslinya tidak menarik, selamanya tidak akan membuat foto tampak indah. Sama seperti manusia, bila tidak memiliki sifat yang baik tentu akan sulit meninggalkan kesan mendalam terhadap orang lain walaupun dirinya sudah berdandan secara maksimal.

Lalu pada saat kita sudah mampu menghasilkan foto yang bagus dengan kamera apa pun yang tersedia, dengan sendirinya foto itu akan mampu menyampaikan pesan kepada orang yang melihat hasil karya kita. Karena memang pada dasarnya, foto adalah evolusi dari bahasa gambar. Dan fotografer adalah jembatan untuk menyampaikan pesan itu.

Sehebat apa pun alat yang ada, kalau orang yang memegangnya tidak tahu cara menggunakannya, maka pesan itu selamanya tidak akan sampai ke tangan orang lain. Maka, jadilah “jembatan” yang baik. Fungsi jembatan adalah sebagai penghubung antara dua ujung, terlepas jembatan itu terbuat dari batang kayu atau baja, selama dia dapat menghubungkan dua sisi yang berjauhan maka sempurnalah fungsi jembatan itu.

Jadi, fotografi adalah tentang kepekaan rasa, pemahaman teknis dan kemampuan penyampaian pesan. Bukan tentang kamera apa yang digunakan. Tunggu apa lagi? Selamat berburu foto dan nikmati hasil buruan dengan yang lain.

Pssst… Artikel ini ada juga di bz! edisi Mei 2012  😉

Advertisements

4 thoughts on “Fotografi Tidak Menuhankan Alat

  1. terimakasi atas artikelnya…baru sekarang ini saya bisa mengerti dan memahami dunia photography itu apa…..

  2. Setuju om 😀
    Bahkan dengan sebuah kaleng pun kita bisa memotret dengan hasil yang tidak kalah bahkan lebih artistik dibandingkan dengan digital 🙂

    Walaupun terlalu naif kalo dikatakan lebih bagus dari digital 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s