Tentang Kota Bengkulu

Walaupun pernah tinggal selama kurang lebih 1 tahun, nggak terlalu banyak yang bisa saya ceritakan tentang Kota Bengkulu. Hampir semua yang saya tahu, bisa Anda cari di google. Ok, berarti hanya sampai di sini saja postingan ini. Sekian.

Eh ya gak gitu juga sih…

Mungkin ada beberapa informasi yang tidak bisa dicari di google, seperti misalnya nomer telepon taksi Kito 081273304204. Kalau Anda googling, mungkin akan menemukan nomer telepon yang lain untuk taksi Kito ini, lengkap dengan foto seorang pemuda berkacamata hitam. Coba deh. Tapi jangan tanya siapa cowok itu ke saya, sumpah saya nggak tahu. Yang saya tahu, nomer telepon yang saya punya ini tertera di pintu semua taksi Kito itu. Lalu bagaimana cara pesan taksi di sana? Jangan membayangkan call center semacam perusahaan taksi di Jakarta ini. Kalau di sana, akan ada “operator” yang  mencatat lokasi dan tujuan Anda. Setelah selesai, tunggu saja beberapa saat, nanti akan ada pengemudi taksi yang menelepon Anda. Dia yang akan bertugas menjemput dan mengantar Anda ke manapun tujuannya. Jangan lupa menawar ya.

Kalau di bandara, setelah kita masuk ruang kedatangan yang tidak terlalu luas itu, kita bisa menggunakan jasa Angkasa Taxi Service. Mereka punya meja dekat pintu keluar, sebutkan saja ke mana tujuan kita, nanti petugasnya akan memberikan harga dan kita langsung bayar di situ. Layanan mereka cukup baik, pengemudinya ramah dan mobil yang digunakan pun bagus.

Nah setelah keluar dari bandara, inilah saatnya Anda mengeluarkan catatan yang didapat dari Google. Semua tujuan wisata, hotel dan juga pusat oleh-oleh bisa dicari dari pusat informasi idaman para pemuja internet ini. Jadi cukup sekian cerita saya di sini.

Tapi…

peta bengkuluKalau ada yang mau sedikit cerita tentang pantai di Bengkulu, silahkan baca sedikit lagi tulisan saya ini. Iya, provinsi Bengkulu letaknya memang di pesisir barat pulau Sumatera. Itu artinya dia termasuk provinsi di Indonesia yang memiliki garis pantai yang sangat panjang. Dan kota Bengkulu, letaknya di bibir pulau. Jadi kalau Anda suka sunset, inilah salah satu kota yang harus didatangi.

Di kota Bengkulu ini kita bisa dapat berbagai suasana pantai. Ada pantai yang berpasir putih, ada yang banyak ditumbuhi pohon, ada yang sepi, ada yang penuh perahu nelayan dan tentunya ada juga pantai yang ramai karena memang dijadikan pusat wisata. Tidak semua pantai di kota Bengkulu bisa dijadikan tempat berenang karena banyak batu karang dan juga palung. Jadi sebaiknya tanyakan dulu dengan orang sana kalau Anda berniat berenang.

tenangSaya lebih suka sisi pantai yang berpasir putih, di sisi ini pantainya nyaman untuk berjalan santai sambil ngobrol. Mungkin pantai ini juga jadi salah satu lokasi Bung Karno nyepik Bu Fatmawati. Mungkin. Kita gak akan pernah tahu, soalnya Bung Karno dan Mbak Mega sepertinya lebih suka mengangkat Bali ketimbang bercerita tentang Bengkulu. Atau mungkin saja saya yang ketinggalan cerita. Entah.

Lalu apalagi yang bisa saya ceritakan tentang kota Bengkulu ya? Tentang bunga Raflesia pasti sudah banyak infonya, begitu juga soal Benteng Marlborough dan ikon-ikon lainnya. Mungkin soal pilihan hotel di Bengkulu saja ya? Di sana ada beberapa hotel besar yang bisa dijadikan rujukan. Ada Hotel Santika yang letaknya, walaupun di dekat pusat kota, menurut saya kurang strategis, tapi ini termasuk hotel baru di Bengkulu. Lalu ada juga Splash Hotel di jalan Sudirman (kalau nggak salah), lokasinya strategis karena di seberangnya banyak tempat makan dan tidak terlalu jauh dari pantai. Kemudian ada hotel besar yang letaknya tepat menghadap pantai, namanya Hotel Grage Horison. Kita cuma perlu sedikit menuruni tangga, menyeberang jalan, sudah sampai di pantai.

Sepertinya itu saja yang bisa saya ceritakan tentang Bengkulu. Sewaktu hijrah ke sana niat saya memang untuk memulai cerita hidup baru, bukan untuk berwisata. Jadi di bulan-bulan awal saat berada di sana, saya lebih banyak konsentrasi untuk membangun usaha. Niat mengeksplor seluk beluk dan lekuk tubuh Bengkulu sebetulnya sudah saya tetapkan di tahun kedua, sayangnya belum sampai satu setengah tahun saya terpaksa harus kembali ke Jakarta.

Jadi, kalau ada yang sudah bosan mendengar tentang Aceh, Medan, Padang atau Lampung, boleh tuh dicoba jalan-jalan ke Bengkulu. Alamnya bagus, saya suka. Kalau masyarakatnya, ya di kota manapun di dunia ini sama saja, kita tetap perlu berhati-hati. Selamat plesiran!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s