[Fiksi Blogfam] Berujung Di Jakarta

Pagi itu cuaca Canberra mendung. Saat musim dingin, suhu di Canberra bisa mendekati nol derajat celsius. Apalagi kalau angin menerpa, telinga kita terasa sakit seperti ditusuk dengan banyak jarum. Persis seperti pagi ini. Bima, yang baru sebulan kuliah di University of Canberra, menggerutu karena sepagi ini sudah harus berada di Belconnen Bus Station. Bima semakin sebal ketika datang segerombolan bule, yang dia duga sebagai pemain rugby karena ukuran tubuhnya yang besar-besar, datang di terminal bis itu. Mereka tidak memakai pakaian setebal Bima. Bahkan mereka tidak terlihat menggigil seperti dia. Tetapi kemudian semua berubah, tiba-tiba dia lupa dengan hawa dingin hanya karena ia melihat senyum manis dari cewek semampai yang baru memasuki area terminal. Senyumnya bukan untuk Bima, senyum cewek itu ditujukan ke kawan-kawannya yang juga sedang menunggu bis. Tapi bagi Bima, senyum itu seperti menghangatkan seluruh terminal. Memang suka berlebihan cowok satu ini.

Setelah berkenalan di kampus, Bima dan Indira semakin sering bertemu. Lebih tepatnya, Bima sering berusaha untuk bisa bertemu Indira dalam berbagai kesempatan. Bahkan sejak pertemuan di Belconnen Bus Station, Bima menganggap dirinya menjadi Ethan Hunt, agen rahasia di film Mission: Impossible itu. Misinya adalah bisa kenal dekat dengan Indira si cewek cerdas, cantik, ramah dan yang punya senyum seperti penghangat ruangan.

Misinya memang agak impossible, karena Indira adalah mahasiswi yang populer di kampusnya. Indira adalah mahasiswi semester tiga yang disukai oleh banyak senior di kampus. Cantiknya gila-gilaan ini cewek, kata Bima kepada seorang kawannya. Pokoknya bikin lupa Jakarta. Tapi kesempatan selalu ada, toh Indira bukan asli bule, dia punya darah Indonesia dari ibunya. Bukankah masyarakat kita mengenal istilah gotong-royong, itu kata hati Bima. Entah apa hubungannya.

Semester berganti semester, akhirnya Bima berkenalan dengan dengan keluarga Indira. Keluarga yang asyik, mungkin karena masih memegang dua tradisi dari kebudayaan yang berbeda. Atau mungkin juga karena ayah Indira, Patrick Reinhart, adalah seorang yang sangat luas wawasannya. Dulunya ia seorang backpacker yang sering menghabiskan waktu liburan dengan bepergian ke berbagai negara.

Perkenalan Bima dengan keluarga Indira membuat hubungan pertemanan mereka semakin akrab. Ini tentu membuat Bima senang. Sayangnya, kedekatan ini juga membuat iri beberapa senior di kampus. Perlakuan kasar sering dialami Bima saat berada di asrama mahasiswa.

Sebetulnya hubungan antara Bima dan Indira hanya sekedar teman baik, belum ada kata ’jadian’ juga. Mungkin mereka berdua saling suka, tapi nggak tahu kenapa saat ini mereka lebih nyaman sebagai teman baik. Sampai ketika Bima akan pulang ke Jakarta selama libur musim panas, Indira diam-diam menyelipkan sebuah pesan romantis yang membuat Bima tidak bisa duduk tenang di dalam pesawat yang membawanya ke tanah air.

Masa-masa kuliah setelah libur musim panas itu menjadi masa yang menyenangkan bagi Bima dan Indira. Kemudian datang Anggia, sepupu Bima, yang melanjutkan kuliah di Canberra. Anggia dan Indira menjadi cepat akrab, dasar cewek sesama penyuka drama Korea, kata Bima suatu hari.

Berita buruk diterima Bima ketika orangtuanya menelepon dari Jakarta. Pesannya singkat, tapi cukup membuat Bima kebingungan, orangtuanya tidak suka kalau Bima berteman akrab dengan Indira. Apalagi kalau sampai mereka berpacaran, maka Bima akan dipulangkan dan harus melanjutkan kuliah di Jakarta. Alasannya karena Indira berbeda agama. Gila, masih ada saja cerita seperti ini di era internet. Tapi Bima tidak mau menyerah, menurutnya, kalau punya satu agama saja dijamin masuk surga, apalagi kalau punya dua agama. Dasar anak muda!

Terus gimana kelanjutan cerita fiksi ini? Ya tunggu aja keuleessss…ini hanya outline yang bakal diikutkan dalam proyek menulis novel di blogfam. Itu juga kalau tulisan saya terpilih sih. Kalau nggak terpilih? Ya lumayan lah untuk ngisi blog. Ditunggu ya kelanjutannya. Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s