Kakinya Mau Walk Out

Punya teman yang rajin olahraga seperti Ina, Aan, Kiky dan lainnya itu bukan berarti bisa memacu semangat saya untuk ikutan bergaya hidup sehat. Kalau soal niat olahraga mah saya jagonya, tapi perkara eksekusinya, selama ini nol besar.

Baru kemarin –akhirnya- saya berhasil memaksa kedua kaki ini memakai sepatu olahraga dan menggunakannya sesuai kodrat. Biasanya mah si sepatu cuma dipakai jalan-jalan ngalor-ngidul gak jelas.

Gong yang menyadarkan untuk berolahraga adalah ketika kehabisan napas di Bantimurung, Maros. Sebelum motret air terjun ini, saya nyoba naik beberapa anak tangga untuk melihat danau yang menjadi sumbernya si air terjun. Tapi belum sampai ke danau, napas sudah ngos-ngosan antara ada dan tiada. Mirip gaya pacaran alay yang doyan putus sambung gitu deh.

Air terjun Bantimurung

Rasanya memang seperti ada yang memukul gong persis di samping telinga, (((DUUNG))) gitu, yang membuat saya jadi bangun dan tersadar bahwa kondisi badan sudah nggak seprima semasa 30 kg yang lalu. Apalagi beberapa bulan nanti saya berencana jalan-jalan ke beberapa kota lagi untuk berburu obyek foto dan kesemuanya memerlukan kondisi badan yang fit karena akan sering berjalan kaki.

Jadi ya sudah, kemarin pagi saya mulai olahraga jalan cepat di sekitar komplek rumah. Sialnya, jalur yang saya pilih itu ternyata banyak turunan. Nah kalau banyak turunan, artinya kan bakal banyak tanjakan dong ya. Kalau naik turun urusan hati mah saya inshaAllah udah teruji dan kuat, tapi kalau soal jalanan, rasanya mau pingsan. Tapi alhamdulillah, saya berhasil sampai rumah walaupun dengan kaki yang rasanya mau melepaskan diri dari badan. Semacam mau walk out gitu deh.

Lalu sorenya, saya masih nekat berjalan kaki dari stasiun Tebet ke sebuah Kelly’s Coffee di Tebet Utara 1. Sebetulnya jaraknya deket sih, tapi dengan kaki yang paginya nyaris walk out itu, jarak yang sebetulnya dekat jadi serasa menyiksa. Rasanya kayak di PHP-in sama cewek kece gitu lah kira-kira. Kira-kira lho ya, saya mah alhamdulillah belum pernah kena PHP.

Tapi selain kejadian di Bantimurung, sebetulnya gong terbesar itu gara-gara di Makassar kebetulan bisa nonton serial Walking Dead lagi. Itu lho film seri yang tentang zombie. Nah waktu nonton serial itu, saya jadi inget kata-kata teman yang bilang, ”Coba lo bayangin, Gil. Kalau lo dikejar zombie, kira-kira bakal selamat gak? Lo mungkin bisa lari kenceng, tapi pasti bakal kehabisan napas. Sementara zombie-zombie itu nggak akan abis napasnya, bro.” Gitu kata teman saya dengan mimik muka yang serius. Mirip seperti seriusnya muka zombie yang sedang berburu daging segar.

Lha daripada dimakan zombie, mending mulai olahraga dong ya? Iyain aja.
Yuk, ah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s