Bener gak sih setan asia lebih banyak yang ngenes? Tapi walau ngenes, usaha mereka untuk menakuti manusia sungguh luar biasa. Patut diacungi jempol!

Untuk wilayah Indonesia, suster ngesot termasuk setan yang ngenes. “Hidupnya” aja susah, ke mana-mana kudu ngesot, tapi ya masih niat nakut-nakutin orang. Dan herannya, banyak juga yang takut. Padahal kerjaan dia ya cuma ngesot.

Lalu ada juga cerita tentang pocong dan kuntilanak, duo setan ini menurut saya adalah setan legendaris. Tapi sebagai setan legendaris yang tersohor seantero Nusantara, nasibnya pun tidak lebih baik dari suster ngesot.

Pocong itu dari dulu cuma bisa lompat-lompat, mungkin karena itu gak ada pocongan yang gendut seperti saya. Fisiknya selalu prima. Coba deh, kalau ada pembaca blog ini yang hobi olahraga lari, lain kali jangan lari tapi lompat-lompat dengan memakai pakaian ala pocong, saya yakin gak akan tahan lama. Karena selain capek, udah pasti gerah. Belum lagi harus nahan malu ditontonin orang.

Kuntilanak juga gak jauh beda nasibnya, walaupun dari sisi gerakan lebih bebas dari pocong dan konon punya paras yang cantik, tapi punggungnya berlubang. Duh, memang gak ada perempuan yang sempurna di dunia ini ya?

Lalu ada kawan yang bercerita, sebetulnya setan itu nggak ada. Yang ada sejatinya adalah jin yang menyamar. Konon bangsa jin, jin yang nakal tentunya, suka menyamar menjadi setan untuk menakuti manusia. Nah kan makin ngenes nasib setan-setan ini, udahlah hidupnya sengsara dengan ketidak sempurnaannya, masih pula gak diakui keberadaannya. Malah jin yang mendapat nama dan kredibilitas untuk urusan nakutin manusia.

Image courtesy of Apolonia at FreeDigitalPhotos.net
Image courtesy of Apolonia at FreeDigitalPhotos.net

Tapi, bangsa jin pun nasibnya kasihan.

Banyak yang bilang mereka ini sebetulnya mirip manusia, dalam arti, di kehidupan sehari-hari mereka ada yang kerja, ada keluarga biasa, ada yang baik, jahat, pintar dan bodoh. Pokoknya mirip dengan kita deh.

Nah yang suka nakal itu adalah jin yang pintar dan jahat, mereka mampu berubah menjadi apa saja. Beberapa dari mereka suka berubah menjadi setan pocong, kuntilanak dan sebagainya. Dan sepertinya usaha mereka berhasil, buktinya banyak sineas kita sampai niat membuat film tentang setan-setan itu untuk menakuti sesama manusia.

Masalahnya, dalam memvisualkan setan-setan ini, kebanyakan sutradara menampilkan mereka hanya dalam bentuk bayangan hitam. Atau kalaupun berwujud, paling mentok pakai kostum putih.

Jadi secara warna,mereka hanya diwakili hitam dan putih. Padahal kalau dunia mereka dianggap sama dengan kita, harusnya dunia mereka juga penuh warna. Kita aja udah kenal teknologi bluray, masa iya mereka masih hidup di era hitam putih ala Charlie Chaplin? Inikan bagai mereduksi tingkat kecerdasan bangsa jin. Kasihan, kan?

Saya cuma khawatir bangsa jin itu tersinggung. Repot ah kalau mahluk alam gaib pundung, lha wong ngadepin cewek yang ngambek aja kaum cowok masih suka susah mengerti, gimana mau ngadepin bangsa jin?

Nah, menurut kawan saya yang bercerita soal jin itu, kita gak perlu ketakutan seandainya ketemu penampakan. Omelin aja, suruh balik ke dunianya. Atau bacakan surat dari kitab suci. Kalau masih bandel juga, mau gak mau harus minta tolong orang lain untuk ngusir mereka.

Ada yang pernah punya pengalaman dengan jin? Kalau saya sih selalu berdoa supaya jangan sampai berurusan dengan mahluk dari alam gaib.

Lha wong ngurusin kamu aja masih suka bingung, dek. Ihik.

Catatan tambahan: Dikoreksi oleh kawan, kata dia Kuntilanak tuh gak bolong. Yang bolong itu namanya Sundel Bolong. Ya saya mah percaya aja deh, daripada dikutuk sama Jailangkung 😀

13177777_10206089417261137_1914504383183677846_n

 

Advertisements

One thought on “Pocong Dan Kuntilanak Tuh Kasihan, Ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s