Kepala Daerah Mirip Dengan Pilot

Gara-gara jadi penonton menjelang pilgub DKI, saya jadi mikir. Kepala daerah itu mirip dengan pilot gak sih?

Pilot adalah orang yang mengendalikan pesawat dalam waktu tertentu ke sebuah kota tujuan. Dia yang berkuasa penuh atas seluruh penumpang, tapi dia tetap harus mengikuti aturan penerbangan dan arahan petugas air traffic control. Pilot digaji oleh maskapai, maskapai bisa menggaji pilot salah satunya dari pemasukan uang tiket yang kita beli.

Kepala daerah adalah orang yang mengendalikan wilayah dalam masa jabatan tertentu. Dia berkuasa atas sebuah wilayah dan bekerja untuk warganya, dia harus mematuhi konstitusi dan diawasi oleh DPR/DPRD. Kepala daerah digaji dari uang negara yang salah satunya diperoleh dari pajak yang kita bayar.

Kita nggak milih pilot, tapi milih tujuan yang kita mau. Pilotnya bisa siapa saja yang hari itu sedang bertugas. Dalam pemilu juga (seharusnya) kita nggak milih orangnya, tapi pilih programnya yang kira-kira cocok dengan yang kita mau. Orangnya bisa siapa saja yang memenuhi kriteria dan dicalonkan sebagai kandidat kepala daerah.

Dengan pengandaian di atas, berarti saya nggak perlu nanya agama dan suku pilotnya ketika hendak terbang ke sebuah kota yang saya mau kan, ya? Untuk urusan karakter, pilot seharusnya bertindak profesional dan ramah karena dia adalah ujung tombak dan mewakili maskapai dalam berinteraksi dengan penumpang. Kalau dia marah-marah kepada copilot dan flight attendant, itu urusan internal. Kalau dia marah-marah nggak jelas ke saya sebagai penumpang, ya pasti saya tegur balik. Bahkan akan saya laporkan ke maskapai bila perlu.

Sejak saya boleh ikut pemilu, saya nggak pernah menganggap kepala daerah sebagai pemimpin secara mutlak. Kepala daerah, bagi saya, adalah orang yang melaksanakan tugas pemerintahan. Dia pemimpin para PNS di institusinya, tapi bagi saya yang kebetulan tinggal di wilayah yang dia pimpin, kepala daerah adalah orang yang punya kewajiban memudahkan saya untuk berkarya dan berkehidupan selama saya tidak melanggar peraturan yang ada.

Contoh, ketika hendak membuka sebuah rekening bank, saya perlu KTP, maka seharusnya saya dipermudah untuk mendapatkan KTP karena saya sudah membayar pajak dan mengikuti segala aturan yang berlaku di wilayah itu dengan tertib. Sebagai kepala daerah yang baik, seharusnya dia memastikan bahwa para bawahannya bekerja secara profesional dalam melakukan pekerjaannya dalam urusan KTP sehingga tidak menyusahkan saya sebagai warga.

Bener gak, sih?

Balik lagi ke urusan pilot, pilot juga bukan pemimpin saya ketika berada dalam pesawat yang sedang terbang. Pilot nggak bisa nyuruh saya menutup pintu pesawat, misalnya. Karena itu tugas cabin crew. Pilot hanya berkuasa atas saya dalam koridor aturan penerbangan yang berlaku. Contoh, dia berhak melarang saya ikut terbang kalau saya mabuk dan dianggap akan membahayakan penerbangan. Etapi saya nggak pernah sih mabuk di pesawat. Entah kalau di tempat lain.

Jadi kesimpulannya, kepala daerah mirip dengan pilot. Sesuai dengan judulnya, kan? Itu aja sih yang mau saya sampaikan di tulisan ini, serius amat bacanya? Udah ngopi?

Advertisements

One thought on “Kepala Daerah Mirip Dengan Pilot

  1. terus kalo pilot di daerah bagus pasti
    “gubenur DKI”
    “calon presiden 2019”
    seolah2x ibukota adalah segala galanya.
    eh ngga nyambung dink.
    *ngunyah martabak
    keju*
    *gojek-nya baru datang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s