Hari Blogger Nasional Tanpa Hashtag Dan Keriuhan

Saking senangnya ngecupurus di blog, saya jadi suka ngeracuni kawan lain untuk menulis. Termasuk kawan-kawan alumni SMP 3 Semarang. Sebagian memang sudah punya blog pribadi, mereka inilah yang saya hasut untuk bekerja sama ngeracunin kawan lainnya supaya mau menulis. Sampai akhirnya kami membuat blog Aksara389 yang berkonsep majalah dinding. Continue reading “Hari Blogger Nasional Tanpa Hashtag Dan Keriuhan”

Ini Rahasia Enaknya Punya Pacar Fotografer

Punya pacar pilot atau pengusaha tambang, mungkin keren dan banyak duit. Tapi belum tentu enak. Paling enak ya sama kami, para fotografer. Kami terbiasa merawat kamera mahal, jadi untuk menjaga hati pacar yang sangat berharga, kami ahlinya. Continue reading “Ini Rahasia Enaknya Punya Pacar Fotografer”

Ada Apa Di IIMS 2015, Ada Gairah Dan Cowgirl

Saat pasar otomotif lesu pameran dibutuhkan agar pasar bergairah, itu yang ditwitkan akun twitter @Pak_JK. Semoga pasar benar-benar bangkit dan penuh gairah saat gelaran motorshow ini digelar, dan begitu juga sesudahnya. Aamiin. Yang pasti, tadi banyak orang bergairah karena sajian mobil mengkilat dan motor mentereng. Mulai dari super cars sampai mobil harian, tersaji di sana. Bahkan ada cowgirl di salah satu brand mobil peserta pameran. Eh, itu sepatu cowgirl bukan? Halah. Continue reading “Ada Apa Di IIMS 2015, Ada Gairah Dan Cowgirl”

Pembalap Gokart, Ammar Pradira Putra

Gokart crash
Gokart crash

Kecelakaan itu hal yang sering terjadi di lintasan balap. Tapi kaget nggak sih kalau itu terjadi pada anak umur 8 tahun? Siang itu dia berusaha menghindari pembalap gokart di depannya yang tiba-tiba melintir. Berhasil sih, tapi walhasil dia keluar lintasan dan menabrak dinding pembatas. Semua menahan nafas melihat kejadian itu. Orang-orang berlarian mendekati lokasi kecelakaan, race stewards dan officials menghampiri gokartnya dan berusaha mengevakuasi pembalap cilik itu. Ketika sudah berhasil dievakuasi, sang ayah menggendongnya menuju ruang medis. Terlihat bocah itu menangis dalam gendongan sang ayah. Continue reading “Pembalap Gokart, Ammar Pradira Putra”

Salahkan Saja Tol Cipali

Memang awalnya karena penasaran, lalu datang kesempatan untuk mencoba jalan tol terbaru di Indonesia Raya ini. Kebetulan mbak Bromo pulang ke Indonesia dan harus ke Cirebon, maka saya pun menawarkan diri untuk mengantarnya ke sana. Jadi, jujurly, bukan karena sok romantis mau menikmati perjalanan bersama mbak Bromo, ini beneran karena penasaran kepingin nyoba jalan tol yang baru itu (semoga mbak Bromo gak baca). Continue reading “Salahkan Saja Tol Cipali”

Gak Jelas

Seperti biasa, ngeblognya terpinggirkan kalau sedang banyak aktivitas fotografi. Sebulan lebih gak nulis apapun di sini. Saya suka kagum, atau mungkin iri, dengan orang yang mampu rajin ngeblog di tengah kesibukan hariannya. Saya mah gak bisa, kalau lagi sibuk sama 1 hal, fokusnya ya hanya di situ. Nggak bisa berbagi perhatian ke tempat lain. Mungkin ini juga yang bikin saya jadi cowok setia.

Iyain aja, ya. Iya. Continue reading “Gak Jelas”

Samalona, Si Cantik Dari Makassar

Kalau bahas tentang pulau-pulau kecil di sekitaran Makassar, mungkin perbandingan yang tepat itu kalau kita, yang cowok terutama, ngebayangin sedang berada di tengah finalis Miss Universe. Ibarat kata, walau kita asal nunjuk sambil merem pun pasti yang tertunjuk adalah gadis cantik. Continue reading “Samalona, Si Cantik Dari Makassar”

Kakinya Mau Walk Out

Punya teman yang rajin olahraga seperti Ina, Aan, Kiky dan lainnya itu bukan berarti bisa memacu semangat saya untuk ikutan bergaya hidup sehat. Kalau soal niat olahraga mah saya jagonya, tapi perkara eksekusinya, selama ini nol besar.

Baru kemarin –akhirnya- saya berhasil memaksa kedua kaki ini memakai sepatu olahraga dan menggunakannya sesuai kodrat. Biasanya mah si sepatu cuma dipakai jalan-jalan ngalor-ngidul gak jelas.

Gong yang menyadarkan untuk berolahraga adalah ketika kehabisan napas di Bantimurung, Maros. Sebelum motret air terjun ini, saya nyoba naik beberapa anak tangga untuk melihat danau yang menjadi sumbernya si air terjun. Tapi belum sampai ke danau, napas sudah ngos-ngosan antara ada dan tiada. Mirip gaya pacaran alay yang doyan putus sambung gitu deh.

Air terjun Bantimurung

Rasanya memang seperti ada yang memukul gong persis di samping telinga, (((DUUNG))) gitu, yang membuat saya jadi bangun dan tersadar bahwa kondisi badan sudah nggak seprima semasa 30 kg yang lalu. Apalagi beberapa bulan nanti saya berencana jalan-jalan ke beberapa kota lagi untuk berburu obyek foto dan kesemuanya memerlukan kondisi badan yang fit karena akan sering berjalan kaki.

Jadi ya sudah, kemarin pagi saya mulai olahraga jalan cepat di sekitar komplek rumah. Sialnya, jalur yang saya pilih itu ternyata banyak turunan. Nah kalau banyak turunan, artinya kan bakal banyak tanjakan dong ya. Kalau naik turun urusan hati mah saya inshaAllah udah teruji dan kuat, tapi kalau soal jalanan, rasanya mau pingsan. Tapi alhamdulillah, saya berhasil sampai rumah walaupun dengan kaki yang rasanya mau melepaskan diri dari badan. Semacam mau walk out gitu deh.

Lalu sorenya, saya masih nekat berjalan kaki dari stasiun Tebet ke sebuah Kelly’s Coffee di Tebet Utara 1. Sebetulnya jaraknya deket sih, tapi dengan kaki yang paginya nyaris walk out itu, jarak yang sebetulnya dekat jadi serasa menyiksa. Rasanya kayak di PHP-in sama cewek kece gitu lah kira-kira. Kira-kira lho ya, saya mah alhamdulillah belum pernah kena PHP.

Tapi selain kejadian di Bantimurung, sebetulnya gong terbesar itu gara-gara di Makassar kebetulan bisa nonton serial Walking Dead lagi. Itu lho film seri yang tentang zombie. Nah waktu nonton serial itu, saya jadi inget kata-kata teman yang bilang, ”Coba lo bayangin, Gil. Kalau lo dikejar zombie, kira-kira bakal selamat gak? Lo mungkin bisa lari kenceng, tapi pasti bakal kehabisan napas. Sementara zombie-zombie itu nggak akan abis napasnya, bro.” Gitu kata teman saya dengan mimik muka yang serius. Mirip seperti seriusnya muka zombie yang sedang berburu daging segar.

Lha daripada dimakan zombie, mending mulai olahraga dong ya? Iyain aja.
Yuk, ah.