Ngecuprus soal Backpacker
November 11, 2009
Jalan-jalan ke luar negeri? Kenapa gak jalan-jalan di Indonesia aja? Sok borju banget sih lo?
Kadang-kadang, suka ada komentar kayak gitu yang menanggapi niat liburan saya. Atau, ada juga yang bilang bahwa gak perlu ke lain negeri kalau cuma mau ngeliat pemandangan dan budaya yang beda, karena, di Indonesia ini juga banyak.
Pendapat seperti itu memang gak salah. Indonesia, dan semua negara di dunia, pasti punya keunikan yang bisa kita eksplor. Tapi kalau ada yang bilang bahwa jalan-jalan ke LN -saya singkat LN aja lah, capek kalau keseringan nulis l-u-a-r n-e-g-e-r-i. Terlalu panjang. Iya, saya pemalas
- itu berhubungan dengan adat borju. Jujurly, saya gak setuju.
Ngecuprus soal UU Lalu Lintas
November 9, 2009
Ini dia UU yang sedang sering dibahas sama pengguna jalan. Terutama oleh para penggemar bekibolang -belok kiri boleh langsung-.
Dulu, di semua persimpangan jalan yang ada lampu lalu lintas, kita boleh belok kiri walaupun lampu sedang menyala merah. Kecuali kalau lampu tersebut berbentuk tanda panah, maka kita wajib mengikuti maunya si lampu. Kalau merah berhenti, kalau hijau jalan.
Sekarang, kita sama sekali tidak boleh belok kiri walaupun lampu panah itu gak ada. Sekarang kita harus mengikuti lampu merah-kuning-hijau yang normal itu. Kalau dia lagi merah, ya jangan coba-coba belok kiri. Karena sekarang, Polantas bisa kasih surat tilang. Read the rest of this entry »
Ngecuprus soal sahabat
November 4, 2009
Hari pertama saya kenal dia, saya belajar tentang arti pertemanan.
Sebetulnya, alasan pertama saya nyapa dia waktu itu karena saya senang melihat senyumnya saat dia sedang ngobrol dengan kawan-kawannya di taman kampus. Senyumnya manis dan punya daya tarik yang bahkan magnet pun bakal minder karena kalah kuat daya tariknya.
Saya berpikir keras supaya dapat ide untuk bisa menyapa dia. Kan gak mungkin kalau tiba-tiba saya menghampiri dia dan bilang kalau saya suka senyumnya. Bisa-bisa saya nanti bukannya dapat senyum, malah digaplok pakai buku tebal yang dia bawa. Iya, waktu itu dia sedang membawa buku horor karya Stephen King yang judulnya The Stand. Kalau gak salah tebalnya sekitar 800 halaman dan hardcover pulak. Horor gak sih kalau digaplok pakai novel horor? Sama cewek mungil pulak.
Ngecuprus soal Pengemis.
August 27, 2009
Beberapa waktu lalu ada fatwa haram baru yang dikeluarkan MUI Sumenep soal pengemis. Kemudian MUI Pusat dan pemerintah juga mendukung.
Sebetulnya, apa memang perlu sampai ada fatwa haram soal pengemis?
Jujurly, buat saya yang gak terlalu paham soal hukum agama, saya gak mau komentar soal fatwa itu. Toh yang namanya fatwa itu kan artinya: pandangan yang disampaikan oleh orang yang faqih. Faqih sendiri punya arti: orang yang mengerti hukum Islam. Jadi, gak ada gunanya juga kalau saya ngomentari orang-orang pintar
Tapi kalau menurut pendapat pribadi saya -kalau pakai bahasa cyber, imho/in my humble opinion (haiah! penting dijelasin gitu??)- mengemis itu gak perlu disebut haram lah.
Dalam kondisi tertentu, saya malah suka kalau ada pengemis di jalan. Ini saya anggap seperti shortcut di desktop
Lha iya tho? Saya kan jadi gak perlu jauh-jauh nyari panti asuhan kalau cuma mau beramal sekian ribu rupiah. Amal? Iya. Menurut saya sih itu amal. Biar gimanapun, mereka ada di jalanan karena kondisi mereka yang mengharuskan mereka ada di situ. Read the rest of this entry »
Ngecuprus soal ramalan
July 24, 2009
Posting-an ini gak berhubungan dengan mantan pacar semasa SMP yang sekarang jadi peramal. Dan bukan, yang saya maksud bukan Mama Lauren. Sumpah, bukan.
Dulu, waktu masih kuliah, saya pernah iseng main ramalan pakai kartu dengan seorang kawan. Pakai kartu remi tentunya, kalau pakai kartu kredit kan jadi susah ngocoknya
Waktu itu, dari hasil membaca kartu yang tersebar di meja, dia bilang bahwa saya akan nikah dua kali. Saya sih cuma nanya, 2 kali itu artinya saya bakal punya 2 istri atau cerai dulu terus nikah lagi?
Jujurly, saya gak terlalu percaya sama ramalan. Saya setuju dengan orang yang bilang bahwa ramalan itu membuat hidup kita jadi kurang nyaman. Coba aja, seandainya kita diramal bakal dapat sebuah peruntungan dan ternyata ramalan itu betul-betul terjadi, maka kita bakal kehilangan unsur kejutannya. Apa rasanya hidup tanpa kejutan? Pasti basi banget deh.
Atau sebaliknya, kalau kita diramal bakal dapat suatu kemalangan, maka hidup kita bakal jadi susah karena mikirin kemalangan itu. Padahal peristiwanya sendiri belum kita alami. Susah gak tuh kalau hidup kayak gitu?
Eniwei, terlepas kita percaya atau enggak sama ramalan, mungkin enak juga kalau nikah sama peramal. Iya gak sih? Bayangin aja, kalau malam menjelang tidur nih, kita gak perlu bilang maunya pakai gaya apa, dia kan pasti udah bisa ngeramal maunya kita. Iya kan?
Ngecuprus soal Putri Cina
July 16, 2009
Gak tau kenapa, saya selalu bermasalah kalau punya hubungan yang serius dengan perempuan. Dulu waktu masih pacaran, walaupun termasuk punya banyak pacar, saya lumayan sering diputusin karena si pacar ketemu cowok lain.
Ternyata gak cuma urusan pacar aja. Urusan membaca buku yang bertema perempuan pun saya bermasalah. Contoh, saya selalu sukses baca buku Iwok Abqary sampai tuntas. Gak ada masalah karena buku – buku kang Iwok yang saya baca itu biasanya tipis dan isinya juga ringan. Tapi khusus untuk buku yang judulnya Suster Nengok, saya gak kelar bacanya. Buku itu “menghilang” dari tempat persembunyiannya.
Iya, buku itu memang saya sembunyikan karena selalu rebutan sama anakku kalau mau mulai membacanya. Jadi, suatu hari buku itu saya umpetin gara-gara saya harus berhenti membaca karena menerima panggilan telepon. Maksudnya sih supaya nanti gak perlu rebutan sama anakku kalau mau mulai membaca lagi. Sialnya, setelah terima telpon itu, saya harus pergi ketemu orang yang nelpon saya. Nah setelah sampai rumah lagi, buku itu lenyap dari persembunyiannya. Betul-betul aneh. Entah kemana suster itu ngesot..eh..nengok
Kembali (Lagi)
July 10, 2009
Tadinya, postingan ini mau saya beri judul Kembali Ke Fitrah. Tapi rasanya kok berlebihan ya?
Berlebihan banget kalau sekedar kembali nulis di blog dianggap sebagai sesuatu yang suci/fitrah. Tapi mungkin juga enggak. Toh bagi saya, menulis itu memang hal yang bisa membuat saya tenang -Ya kira-kira kayak habis ML gitu deh- Dan kalau saya tenang, saya bisa mikir dan bertindak rasional. Berlaku rasional, menurut saya adalah tindakan yang baik. Dan sesuatu yang baik, bolehlah dimasukkan dalam kategori suci. -mbulet ae rek-
Jadi gimana? Apa perlu saya ganti judulnya? Aih, pusing amat sama judul!
Lalu sekarang apa yang harus saya tulis untuk membuat pikiran saya tenang? Jujur aja, saya belum tahu apa yang saya mau tulis sekarang. Padahal saya lagi butuh menulis. Sangat butuh! -lha apa ML aja? kan tadi katanya mirip?-
Ok lah, supaya judulnya gak mubazir, saya coba tulis sesuatu yang sesuai dengan judul di atas -jiaah..yang namanya judul ya pasti di atas lah!-
Lebay
June 19, 2009
Dulu, alasan gue nulis adalah untuk ngelampiasin emosi. Masing-masing orang kan punya cara buat cooling down. Ada yang nyanyi, ada yang shopping bahkan ada yang pergi berenang buat menenangkan diri. Kalau gue, cukup dengan menulis. Nulis apa aja, topiknya bisa tentang gosip terhangat yang lagi beredar atau sekedar mencela pemerintah…hehehe
Tapi lama-kelamaan, dari sekedar buat pelampiasan emosi akhirnya berkembang jadi hobi. Makanya gue bikin tukangecuprus ini.
Pernikahan, apa sih sebetulnya?
May 28, 2009
Sebagian besar teman-teman saya pasti sudah tahu kalau saya pernah bilang bahwa pernikahan itu adalah seperti migrasi dari kartu pra bayar ke pasca bayar. Salah satu kawan saya, sebut saja namanya Mionk, beberapa hari yang lalu datang ke rumah dan ngebahas soal teori pernikahan yang baru. Baru menurut pendapat dia, entah bagi orang lain
Dia bilang gini, ketemu jodoh dan kemudian menikah itu rasanya seperti menang lotere. Beneran ini, Gil! Begitu katanya berusaha meyakinkan saya. Lu tau kan, kalau kita menang lotere tuh kayaknya kita menemukan semua jawaban dari masalah kita. Contoh nih, Gil, kalo lu punya hutang atau tanggungan biaya sekolah, atau sekedar harus bayar cicilan motor deh, pasti semua itu bisa beres karena elu dapat lotere. Iya kan? Tanyanya sembari mengacungkan sebilah pisau.
Ngecuprus Sebelum Liburan.
November 3, 2008
Hari Sabtu, gue di-sms temen gue kalau Liverpool kalah dari Spurs. Jadi sementara ini, Chelsea back on top of the EPL. Sucks!
Hari Minggu, gue nonton balap F1 yang mencatat Lewis Hamilton sebagai juara musim balap 2008. Walaupun kejadiannya bizzarre, tapi dia akhirnya bisa jadi juara. Great!
Hari ini, gue memutuskan untuk libur ngeblog dan bermilis-milisan. Gue mau nyelesain project yang penting. Penting buat gue sih. Gak penting buat tetangga gue dan anjingnya yang lucu itu.
Gue mau konsentrasi 100% di project ini, biar cepet kelar. Hasta la vista, so long.

