Lebay
Dulu, alasan gue nulis adalah untuk ngelampiasin emosi. Masing-masing orang kan punya cara buat cooling down. Ada yang nyanyi, ada yang shopping bahkan ada yang pergi berenang buat menenangkan diri. Kalau gue, cukup dengan menulis. Nulis apa aja, topiknya bisa tentang gosip terhangat yang lagi beredar atau sekedar mencela pemerintah…hehehe
Tapi lama-kelamaan, dari sekedar buat pelampiasan emosi akhirnya berkembang jadi hobi. Makanya gue bikin tukangecuprus ini.
Nah, setelah ada facebook, gue juga suka nulis di notes FB itu. Banyak banget kemudahan kalau nulis di FB. Semua orang bisa langsung baca apa yang kita tulis. Bahkan kita bisa tag beberapa orang untuk kita “paksa” baca tulisan kita
Sialnya, di FB itu ada juga kemudahan untuk mengkopi link dari media online dan kita paste di wall kita. Kenapa sial? Ya buat gue, kalau cuma sekedar copas, itu bikin otak gue malas bekerja.
Sementara kalau di blog ini, gue minimal harus mikir dari sudut pandang mana gue bisa nanggepin berita itu dan kemudian gue tulis di sini. Lha kan gak seru kalau punya blog tapi isinya cuma kumpulan URL dari media-media online
Akhirnya, sekarang gue putusin untuk me-non aktifkan sementara account facebook gue. Lebay banget ya?
Ya sebetulnya ada alasan lain kenapa gue deactivate fb gue, tapi itu cukup gue aja yang tau lah hahahahaha…ngapain juga masalah internal di bawa ke blog
Pernikahan, apa sih sebetulnya?
Sebagian besar teman-teman saya pasti sudah tahu kalau saya pernah bilang bahwa pernikahan itu adalah seperti migrasi dari kartu pra bayar ke pasca bayar. Salah satu kawan saya, sebut saja namanya Mionk, beberapa hari yang lalu datang ke rumah dan ngebahas soal teori pernikahan yang baru. Baru menurut pendapat dia, entah bagi orang lain
Dia bilang gini, ketemu jodoh dan kemudian menikah itu rasanya seperti menang lotere. Beneran ini, Gil! Begitu katanya berusaha meyakinkan saya. Lu tau kan, kalau kita menang lotere tuh kayaknya kita menemukan semua jawaban dari masalah kita. Contoh nih, Gil, kalo lu punya hutang atau tanggungan biaya sekolah, atau sekedar harus bayar cicilan motor deh, pasti semua itu bisa beres karena elu dapat lotere. Iya kan? Tanyanya sembari mengacungkan sebilah pisau.
Ngecuprus Sebelum Liburan.
Hari Sabtu, gue di-sms temen gue kalau Liverpool kalah dari Spurs. Jadi sementara ini, Chelsea back on top of the EPL. Sucks!
Hari Minggu, gue nonton balap F1 yang mencatat Lewis Hamilton sebagai juara musim balap 2008. Walaupun kejadiannya bizzarre, tapi dia akhirnya bisa jadi juara. Great!
Hari ini, gue memutuskan untuk libur ngeblog dan bermilis-milisan. Gue mau nyelesain project yang penting. Penting buat gue sih. Gak penting buat tetangga gue dan anjingnya yang lucu itu.
Gue mau konsentrasi 100% di project ini, biar cepet kelar. Hasta la vista, so long.
Judulnya Apa Ya?
Hari Blogger dan Hari Sumpah Pemuda sudah lewat. Terus mau apa? Mbuh, gak tau. Lha mikir judul postingan ini aja gue bingung kok.
Kalau dipikir-pikir, istilah blogger itu artinya apa tho? Kok banyak banget orang yang mau menyebut dirinya blogger? Malah sampai ada Hari Blogger Nasional juga. Emangnya kalau udah jadi blogger terus kenapa? Hmmm mungkin suatu saat nanti gue bisa menjawab pertanyaan gue sendiri ini.
Yang jelas, untuk sekarang ini, kalau di depan mertua atau calon mertua kita bilang bahwa kita adalah blogger, gue yakin mereka bakal bingung. Apaan tuh blogger? Pasti pertanyaan itu yang bakal mereka tanyakan.
Hari Blogger Nasional.
Cuplikan sejarahnya bisa dibaca di sini. Gue males ngebahasnya, panjang. Yang mau gue bahas adalah soal andil blogger dalam kemajuan bangsa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Eh ternyata susah juga. Gak jadi bahas itu ah, terlalu serius dan susah. Hari ini gue lagi gak mau susah
Ya udah, bahas soal kegiatan yang gue ikutin di hari Sabtu kemarin aja lah.
Hari Sabtu itu kopdar pertama gue dengan tukang loenpia yang ada di Jakarta. Kita kumpul di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional untuk bikin Pelatihan Ngeblog. Beuuh dahsyaddd gak tuh? Pembicara dari loenpia ada 4 orang, Wiwiek, Nilla, Udey dan Kian. Sementara gue, seperti biasa, foto-foto aja ![]()
mmmmm kenapa gue masuk lagi ke komunitas yang mirip waroengkgb ya?
Gak mau kalah (part 2)
Dialog 1: Di dalam kamar, sedang baca buku. Anak: Boleh main PS gak? Bapak: Enggak, kamu kan lagi EHB. Harusnya belajar. Anak: Aku kan pusing karena EHB, jadi perlu main PS buat hiburan. Dialog 2: Di rumah, baru pulang dari Semarang, Anak: Bapak kemaren abis ketemu pakdhe Nanang? Bapak: Iya. Anak: Pakdhe itu kakaknya bapak kan? Bapak: Iya. Anak: Lahirnya duluan, sekolahnya duluan. Iya kan? Bapak: Iya. Kenapa sih? Anak: Kok nikahnya duluan bapak? Bapak: Ya waktu itu, pakdhe belum punya pacar. Anak: Harusnya pacar bapak dikasih ke pakdhe dong Bapak: Mbuh ah.. Dialog 3: Di ruang keluarga, sambil nonton tv. Bapak: Jangan tiduran di lantai, itukan dingin. Ambil karpet dari kamar mu gih. Anak: Gak mau, gak dingin kok. Bapak: Eh kok mbandel sih. Ntar kalau kamu sakit, bapak gak mau bawa ke dokter ya. Anak: Ya aku telpon Eyang aja, minta jemput.
Dooooh anak sapa seeeh neeeehhh…
Penyakit Kawasaki.
Sekedar copy paste dari blog teman, sekali lagi, sekedar copas dari blog teman. URL sengaja gak gue kasih karena gue ngopasnya sebelum minta ijin
Minta ijinnya ntar aja ya ndrong. Langsung gue copas aja, soale infonya penting. Terutama buat yang punya balita.
Just for additional Info for Parents..
Aku cuma mau berbagi aja.. karena Anakku (4 thn) baru saja terkena penyakit Kawasaki. Walaupun termasuk cepat terdeteksi (7 hari) tapi pembuluh jantung kanannya sdh membengkak. Jadi setelah pengobatan melalui infus, tetap saja anakku tidak boleh aktifitas terlalu banyak & tidak boleh terkena orang yg sedang sakit.
Jadi untuk semua yg membaca blog ini, saya mohon doanya untuk kesembuhan puteri kami tercinta, Adiz.
Terima kasih…
Namanya mungkin familiar untuk sebuah produk motor tapi sebagai nama penyakit, tidak banyak orang yang tahu. Nama Kawasaki diambil dari nama penemunya, Dr. Tomisaku Kawasaki.
Penyakit Kawasaki (PK) merupakan penyakit vaskuler vaskulitis, penyakit yang menyerang pembuluh darah. Gejala PK mirip dengan campak. Namun penyakit ini tidak menular.
Pemunculan PK ditandai dengan demam 38-41 derajat Celcius minimal lima hari (biarpun dikasih Antibiotik juga ga bakal mempan..krn ini penyebabnya bukan Virus/bakteri), ruam merah di seluruh tubuh, lidah dan bibir merah, bengkak pada tangan dan kaki, mata merah tanpa disertai belek, pembesaran kelenjar getah bening di salah satu sisi leher serta pengelupasan kulit pada ujung2 jari tangan & kaki.
Gak mau kalah.
Kemarin gue ke Bandung dan nginep di salah satu hotel di jalan Supratman. Biasanya gue kalau ke Bandung selalu nginep di rumah mertua, tapi karena kemarin gue pergi berombongan, jadi gue pilih ikut rombongan nginep di hotel.
Begitu sampai hotel kita langsung nanya soal waktu sarapan, dijawab sama receptionist, jam 7 sampai 10. Waduh, padahal kita jam 7 sudah harus jalan. Akhirnya kita minta sarapan jam 6, eh dijawab “Tidak bisa,” dengan penuh keyakinan sama si receptionist. Ya kita gak mau kalah dong, kita coba ke manager on duty, ternyata bisa sarapan jam 6. Horeee!
Kenapa hampir di semua tempat, orang yang pangkat atau jabatannya rendah itu selalu lebih galak daripada atasannya? Padahal si receptionist itu kan bisa aja konsultasi sama managernya sebelum menjawab pertanyaan kita dengan jawaban ngawur. Iya tho?
Entah apa arti lebaran.
Udah lewat lebarannya. Udah lewat jauh Ramadhannya. Terus apa yang didapat?
Di jalan raya sepertinya biasa aja. Masih banyak yang sok hebat, saling serobot dan gak mau ngalah.
Berita di tv juga sama aja. Makin banyak aja berita tawuran, korupsi dan cerai.
Miyabi pun sudah kembali mengumandangkan desahannya.
Siapa yang butuh MacBook???
Dan siapa juga yang perlu gadget macam-macam kalau sudah asyik sama hobi yang satu ini? Banyak temen-temen gue yang punya hobi nulis, diving, fotografi, merajut dan traveling. Terus waktu mereka denger hobi gue, kebanyakan dari mereka, alisnya jadi kayak alisnya Artalyta. Tapi cuma satu alis aja yang mecetat begitu.
Ada juga yang berusaha memperlihatkan ekspresi normal, tapi ada jeda sepersekian detik sebelum mereka melanjutkan obrolan. Entah apa yang berkecamuk dalam hati mereka saat jeda sepersekian detik itu (ceileee, sok pakai kata berkecamuk pulak hahaha).

